
Media gathering BI di Jakarta
Manado- Harga cetak uang rupiah per lembar yakni sepuluh persen dari nominal uang
tersebut.
Roni Ferdiansyah, Manajer Departemen Pengelolaan Keuangan, Bank Indonesia di Media
Gathering Bank Indonesia Provinsi Sulut mengatakan biaya pencetakan uang rupiah yakni 10
persen dari nominal uang tersebut.
“Kurang lebih seperti itu, yakni jika kita mencetak uang dengan nominal 100.000 berarti
biaya cetaknya 10 persen dari nominal tersebut yaitu Rp10.000, namun untuk jumlah
keseluruhan dana yang dikeluarkan untuk percetakan uang merupakan rahasia BI,” ujar Roni.
Katanya, proses pembuatan uang rupiah memang memerlukan bahan yang cukup mahal yang
diimpor dari luar negeri, dan juga ada yang dari dalam negeri.
“Jadi biayanya cukup mahal,” katanya.
Dengan demikian, ia mengharapkan agar masyarakat menggunakan uang dengan sebijak mungkin.
“Uang itu nilainya mahal, jadi pergunakan itu dengan sebaik mungkin,” ungkapnya.
Media Gathering Bank Indonesia 2014 di Jakarta berlangsung sejak tanggal 28-30 Januari
2014.(nancy)


























