Minahasa – Meski dinyatakan sebagai Rektor Universitas Negeri Manado (UNIMA) di Tondano pasca terpilih medio Februari lalu, ternyata bukan jaminan bagi Prof Dr Harold Lumapouw untuk benar-benar menduduki kursi nomor satu di salah satu universitas ternama di Sulawesi Utara tersebut secara resmi.
Pasalnya, hingga hari ini Lumapouw tak kunjung dilantik dan memperoleh SK dari Kementrian Riset Teknologi dan Perguruan Tinggi (Kemenristek-Dikti) RI, meski masa jabatan Rektor UNIMA yang lama Prof Dr Philoteus EA Tuerah MSi DEA telah berakhir sejak 14 Mei lalu.
Bahkan, informasi diperoleh Cybersulutnews.co.id, Lumapouw batal dilantik dan tak akan pernah menduduki jabatan Rektor UNIMA yang baru. Hal itu diperkuat dengan rapat senat UNIMA Kamis (16/06), yang mengisyaratkan akan adanya pemilihan Rektor ulang.
Rapat yang dipimpin Plh Rektor UNIMA Prof Dr Jamal Wiwoho tersebut menurut informasi, membahas tentang surat dari Menristek-Dikti RI untuk segera melakukan pemilihan Rektor ulang. Parahnya lagi, Lumapouw ditegaskan tak bisa lagi mencalonkan diri untuk bertarung dalam pemilihan ini.
Kabag Humas UNIMA Jonly Tendean SP MSi, ketika dikonfirmasi sejumlah wartawan akan hal ini membenarkan. Dikatakannya, dalam rapat itu anggota Senat yang hadir sudah kuorum sehingga keputusan rapat berstatus sah.
“Ia, memang rapat Senat itu membahas tentang pemilihan Rektor ulang, berdasarkan surat dari Pak Menteri. Selain itu, Prof Lumapouw tidak bisa lagi mencalonkan diri karena ada kasus yang menjeratnya,” ujar Tendean.
Sementara, ketika disinggung soal status Adensi Timomor yang juga kala itu ikut dalam pemilihan Rektor, apakah bisa mencalonkan diri kembali atau tidak, Tendean enggan berkomentar.
“Pak Adensi Tmomor pada rapat tadi tidak hadir. Untuk kejelasa apakah beliau bisa ikut lagi dalam pencalonan atau tidak itu saya belum tau, sebab rapat tadi juga tidak membahas soal beliau,” jelas Tendean.(fernando lumanauw)


























