Manado – Sejumlah nama pejabat Eselon II di lingkungan Pemerintahan Provinsi Sulut digadang-gadang masuk bursa penjabat bupati dan wali kota di 4 kabupaten/kota yang periode jabatan kepala daerahnya berakhir Desember 2015, yakni Manado, Bolsel, Minsel dan Minut.
Pamong senior yang memiliki pangkat/golongan IV/D adalah prioritas yang akan diusul Gubernur Soni Sumarsono ke Mendagri.
Para pejabat Eseleon II yang berpeluang besar diusulkan sebagai penjabat bupati dan wali kota tersebut, diantaranya, 3 Asisten Sekprov, Kepala Bappeda, Kaban Kesbang, Kadis Diknas, Kadis Kehutanan, Kadispenda, Kaddis Perkebunan, Kadispora, Kadis Budpar dan Kaban BLH.
Berikut sedikit rekam jejak 12 pejabat eselon II berpangkat IV/D kans calon Penjabat Bupati/Walikota.
1. John Palandung (Asisten 1)
Pria 54 tahun yang telah meraih pangkat IV/D sejak Oktober 2011, menyelesaikan pendidikan S-2 Magister Pengelolaan Sumberdaya Pembangunan. Sebelum menjabat Asisten 1, tercatat beberapa jabatan eselon II pernah dipegangnya, antara lain, Sekretaris DPRD Sulut, Staf Ahli Gubernur dan Sekretaris Daerah Kabupaten
Sitaro. Palandung banyak diingat ketika salah membacakan Pancasila dalam suatu upacara di kantor gubernur.
2. Sanny J Parengkuan (Asisten 2)
Satu dari 2 pejabat eselon 2 paling senior di Pemprov Sulut saat ini, pria 57 tahun ini meraih pangkat IV/D sejak 1 Oktober 2009. Berpendidikan S-1 Kebijakan Publik ini sebelumnya pernah menjabat Kepala Dinas Perindag dan Kepala Dinas Koperasi-UKM. Parengkuan dikenal sebagai salah satu Alumni GMNI yang disegani.
3. Christian Talumepaa (Asisten 3)
Kelahiran Motoling 46 tahun silam, baru meraih pangkat IV/D tanggal 1 Oktober 2015. Berpendidikan S-2 Magister Pengelolaan Sumberdaya Pembangunan, sebelumnya pernah menjabat Kepala Badan Lingkungan Hidup, Kadisnakertrans dan Karo Hukum. Talumepa dikenal sebagai pejabat muda yang enerjik, pintar dan memiliki kepercayaan diri tinggi. Karirnya yang melejit cepat di usia yang terbilang muda, mantan Sespri Gubernur SH Sarundajang ini tanpa sengaja sering menimbukan resistensi dari sesama pejabat eselon II.
4. Royke Octavian Roring (Kepala Bappeda)
Merupakan pejabat eselon 2 paling senior (bersama Sanny Parengkuan) di Pemprov Suluut saat ini, kelahiran Manado 56 tahun silam meraih pangkat IV/D sejak 1 April 2010. Menyelesaikan study S-2 Perencanaan Wilayah dan Pedesaan, sebelum menjadi Kepala Bappeda Sulut, telah menduduki sejumlah jabatan antara lain, Asisten II, Direktur Kapet Manado-Bitung, Kepala BPBD, Kadis Perhubungan, Kadis Praskim, Wakadis PU dan Kepala Biro Pembangunan. Salah satu lulusan terbaik Pendidikan Lemhanas ini dikenal rendah hati dan religius. Aktif di organisasi gereja, dikenal Nasionalis ini pernah diusung PDI-P bertarung di Pilkada Minahasa tahun 2007.
5. Edwin Harminto Silangen (Kaban Kesbang)
Kelahiran Tahuna 54 tahun lalu ini meraih pangkat IV/D sejak 1 Oktober 2011. Pria yang pernah menjadi Penjabat Bupati Minut ini juga telah menduduki sejumlah jabatan eselon II, mulai dari Karo Tata Pemerintahan, Kadis Budpar, Kadispenda, Asisten 3, asisten 1, Kepala BLH dan terakhir Kepala Badan Kesbangpol. Selain smart dan humble (pintar dan rendah hati), Silangen juga dikenal sebagai pejabat yang selalu cepat dalam adaptasi perkembangan teknologi informasi. Ramah dan sangat bersahabat dengan insan pers ini, sering sharing ilmu dengan wartawan yang mewawancarai.
6. Asiano Gamy Kawatu (Kadis Diknas)
Pria 53 tahun kelahiran Minahasa menamatkan pendidikan S-2 Pengelolaan sumberdaya Pembangunan meraih pangkat IV/D sejak 1 April 2010 telah menduduki sejumlah jabatan strategis seperti Karo Ekonomi, Kadis Perindag, Asisten 2, Kadispenda, Kadissos dan terakhir Kadis Diknas. Pernah ditugaskan menjadi Plt Bupati Minsel merupakan birokrat pintar. AGK (sebutan akrabnya) pernah diusung PDI-P maju bertanding di Pilkada Minsel tahun 2010. Bersama Edwin Silangen dan Jefrry Korengkeng (Sekda Minahasa) disebut sebagai three musketeers dan rising star Pemprov Sulut tahun 2005 lalu.
7.Herry Rotinsiulu (Kadishut)
Kelahiran Wasian 56 tahun lalu tamat S-1 Teknologi pertanian meraih pangkat IV/D terhitung 1 April 2012. Sebelum menjabat Kadishut, Hero (sapaan akrabnya) lama menjabat Kadis Pertanak Sulut. Ia juga pernah menjabat Kadis Pertanak Minahasa. Sederhana, apa adanya layaknya kaum Marhaenis ini pernah maju bertanding di Pilkada Minut. Hero juga pernah aktif sebagai ppengurus PA GMNI Sulut. Beberapa terobosan dilakukannya selama menjabat Kepala Dinas, teranyar ia menjadi pilar utama dalam Program Gerakan Sulum Menanam yang dicanangkan Gubernur Soni Sumarsono.
8. Royke Marhaen Tumiwa (Kadispenda)
Kelahiran Rumoong Atas Tareran 50 tahun silam menyelesaikan pendidikan S-2 Teknologi Pendidikan di UNJ meraih pangkat IV/D terhitung sejak 1 Oktober 2013. Roy Tumiwa juga dikeenal sebagai rising star di era kepemimpinan Gubernur SH Sarundajang. Karirnya melejit sejak dipercayakan menjabat Kepala Bagian TUP. Ia kemudian menjabat Kepala Biro Pemerintahan dan Humas di usia terbilang muda (42 tahun), selanjutnya Kepala BKD dan terakhir menjabat Kadispenda. Salah satu birokrat yang sering diajak diskusi oleh Gubernur SHS ini lahir dan dibesarkan dari keluarga nasionalis sejati. Ayahnya adalah seorang pengurus PNI selalu menanamkan nilai-nilai nasionalisme dan kesederhanaan layaknya kaum Marhaen. Ia menikah dengan Pdt Marhini Mawuntu yang merupakan putri dari pentolan PNI Minahasa Ade Mawuntu.
9. Mecky Onibala (Kadispora)
Kelahiran Minahasa 51 tahun lalu menyelesaikan study S-2 Pengelolaan Sumber Daya Pembangunan meraih pangkat IV/D sejak 1 Oktober 2012. Birokrat yang juga merupakan Ketua IKAPTK Sulut memiliki segudang pengalaman jabatan. Ia pernah menjabat Kepala BKD Kabupaten Minsel, Sekda Mitra, Kepala Biro Pembangunan Setdaprov sulut, Kepala BKD, Asisten 1, Kepala Inspektorat dan terakhir Kadispora. Pemilik hoby olahraga berkuda ini bahkan pernah dipercaya sebagai Penjabat Bupati Minsel. Onibala yang dikenal dekat dengan wartawan selalu menjunjung falsafah Sam Ratulangi yaitu Si tou timou tumou tou.
10. Ricky Stanley Toemandoek (Kadis Perkebunan)
Kelahiran Pare-pare 55 tahun lalu, menamatkan study S-3 bidang ilmu sosial dan meraih pangkat IV/D terhitung sejak 1 Oktober 2011. Sebelum menjabat Kadis Perkebunan, Toemandoek pernah menjabat sebagai Kadis PU, Kadis Sosial, Kepala Badan Perbatasan. Ia juga merupakan alumnus pendidikan Lemhanas.
11. Jullesses Edy Kenap (Kadis PU)
Kelahiran Minahasa 54 tahun silam menamatkan pendidikan S-2 Magister Manajemen meraih pangkat IV/D terhitung 1 Oktober 2013. Sebelum menjabat Kadis PU, Kenap menjabat Kadis Perhubungan dan Wakil Kepala Dinas PU. Pria yang sangat matang dari segi finansial ini dikenal taktis dan pinter menterjemahkan kemauan
atasan.
12. Happy Trully Rebelly Korah (Kadis Budpar)
HTR Korah lahir di Senduk Minahasa 55 tahun silam. Ia menyelesaikan study S-2 Ilmu Lingkungan dan meraih pangkat IV/D sejak 1 Oktober 2015. Sebelum menjabat Kadisbudpar, Korah menjabat Kepala BKPM dan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan.
























