Ini Tanggapan JWS Soal Dirinya Didemo di KPK

Minahasa – Sejumlah orang, Senin (10/04) pagi, tiba-tiba berdemo di depan Kantor Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Jakarta, dengan menuding Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi terlibat sejumlah kasus korupsi di Minahasa selama kepemimpinannya.

Namun, nenanggapi hal tersebut, JWS justru menyampaikan bersyukur dan berterima kasih atas demo yang dilakukan.

”Terima kasih Tuhan, akhirnya segala yang tersembunyi nampak. Kemarin pagi ketika sedang pertemuan dengan Plt Gubernur DKI di Balai Kota, ternyata ada demo di KPK tuntut JWS karena korupsi,” ujar JWS.

“Tuduhan yang disampaikan lewat demo tersebut seperti dugaan korupsi Lampu solar cell dan Gapura Desa yang menggunakan Dana Desa, padahal yang menggunakan Dana Desa semuanya yang mengelola bukan saya melainkan pihak Pemerintah Desa, yang bangun pihak Desa, yang beli Desa dan yang menikmati juga Desa, kenapa malah saya yang di salahkan,” sesalnya.

Kemudian soal DAK 2007 yang turut dituduhkan kepadanya, menurut JWS kasus tersebut telah sampai gelar perkara di Polda Sulut yang juga menghadirkan KPK dan ternyata tidak terbukti dan akhirnya dihentikan.

Hal yang sama juga terhadap Masalah Tunjangan Sertifikasi Guru (TSG) , yang sudah dilidik pihak Kejari Minahasa pada tahun 2014, itu juga hasilnya tidak terbukti.

”TSG prosesnya di tranfer ke Bank Sulut dan langsung ke Rekening Guru, sisa uang di kembalikan ke kas Negara, ” imbuhnya.

Sementara itu terkait Benteng Moraya yang juga dituduhkan mengalami kerugian Rp 20 Miliar adalah tidak masuk akal karena sudah di audit pihak BPK dan tidak ada masalah karena proses lelang telah dilaksanakan sesuai prosedur.

Masih dikatakannya, soal tuduhan adanya proyek fiktif dan proyek berulang dijaman pemerintahannya, JWS pun turut menyesalkan tuduhan tersebut.

”Sudah hari gini masih nekat proyek fiktif? yang justru ada adalah proyek DAK 2016 sudah di bangun belum di bayar, namun segera akan diselesaikan,” katanya lagi.

Terhadap masalah ini, dikatakan JWS, dirinya akan segera mengambil langkah hukum dengan melapor ke Polda Metro Jaya, karena semua yang dituduhkan tidak berkaitan dengan dirinya selaku Bupati, sehingga telah mencemarkan nama nama baik dia dan keluarganya.

”Minggu depan, akan saya laporkan ke Kapolda Metro Jaya. mereka yang melakukan demo tersebut, yakni pdt Noldy Sompotan, Gembala Gereja Sungai Yordan dan Ronly Wulus, anaknya kini pejabat esalon 4 di Sekretriat Pemkab Minahasa,” pungkasnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan