Minahasa – Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi menjanjikan kepada masyarakat Kabupaten Minahasa bahwa dirinya akan melakukan penataan birokrasi yang bersih, kompeten dan mampu memahami tugas serta fungsi birokrat yang mengedepankan pelayanan yang makin baik dan makin berkualitas.
Hal ini dikatakan JWS saat dirinya menjadi pembina apel KORPRI bulan Januari 2016, di lingkup jajaran Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, Senin (18/01), bertempat di halaman Kantor Bupati, Tondano.
Menurut JWS, ini dikarenakan tuntutan pelayanan terhadap masyarakat yang semakin beragam, sehingga Pemkab Minahasa berupaya mengimbanginya.
“Tuntutan ini adalah totalitas pengabdian tanpa pamrih dengan meninggalkan mentalitas penguasa menjadi birokrat yang melayani dan mengabdi dengan sepenuh hati untuk terus menerus mengasa kemampuan dalam rangka peningkatan kapabilitas intelektual,” ujarnya.
Lanjut, pada apel yang turut dihadiri Waakil Bupati Ivan SJ Sarundajang, Sekda Minahasa Jeffry Korengkeng SH MSi, jajaran pejabat Pemkab dan seluruh ASN dari semua SKPD ini, JWS kemudian menguraikan beberapa hal penting untuk mendapat perhatian khusus.
“Panggilan dedikasi dan pengabdian untuk mengaktualisasikan keputusan-keputusan politik dalam domain administrasi harus mampu kita solusikan sesuai tupoksi yang menjadi tanggung jawab kita. Selanjutnya, kepada seluruh Kepala SKPD, agar menindaklanjuti hasil rapat kerja bersama dengan segera mengkoordinasikan program kegiatan tahun anggaran berjalan, berbasis sistem yang baru sesuai dengan DPA masing-masing,” kata JWS.
Lanjut dikatakannya, dalam waktu dekat akan ada audit dari tim BPK-RI, maka dari itu, jajaran Pemkab Minahasa agar membenahi administrasi dalam pelaksanaan program anggaran tahun 2015.
“Mari optimalkan setiap dana yang ada untuk menghasilkan kinerja yang maksimal dengan tetap mengedepankan prinsip disiplin anggaran. Saya minta kepada jajaran untuk membangun displin diri dan organisasi, berlomba-lombalah untuk berprestasi dalam mengemban dan kualitas individu yang paripurna,” ujarnya sembari menambahkan agar PNS tidak membuat disharmonisasi organisasi yang dapat mempengaruhi kinerja organisasi, melainkan bekerja secara profesional dan menunjukkan prestasi dalam setiap pekerjaan.(fernando lumanauw)




















