Minahasa – Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Kamis (06/04), menghadiri ibadah pemakaman almarhum Verona Kawung (22), warga Desa Karondoran Kecamatan Langowan Timur, korban tewas atas peristiwa pertikaian antar kelompok pemuda, antara Desa Karondoran dan Sumarayar Kecamatan Langowan Tumur, Rabu (05/04) dini hari sekitar pukul 12.30 lalu.
Kepada keluarga yang ditinggalkan, Bupati JWS mengatakan, agar kejadian ini bisa diambil hikmahnya dan bila ada kepahitan-kepahitan dari kejadian ini agar ditanggalkan.
“Saya berharap keluarga mengambil hikmah didalamnya. Keluarga sebagai orang Kristen harus mampu melepaskan kepahitan atas peristiwa ini dan berserah kepada Tuhan. Ini menjadi pelajaran termahal yang perlu kita sikapi bersama dengan akal sehat,” tukas JWS.
JWS kemudian berpesan kepada teman-teman korban agar tidak membalas dendam. Menurutnya, pembalasan adalah hak Tuhan dan bukan hak kita.
“Kita percayakan semua ini kepada Tuhan biar Tuhan yang bekerja. Kita harus tetap menjaga keamanan dan ketertiban. Mari baku-baku bae, baku-baku sayang, saling mengasihi satu dengan yang lainnya karena kita semua masih bersaudara. Karondoran memiliki arti yang memotivasi membangun masyarakat yakni berbuatlah yang baik. Kita semua bersaudara, sama-sama orang Langowan, sama-sama orang Kristen,” pungkas JWS sembari mengucapkan turut berduka cita, baik atas nama pribadi, keluarga dan Pemerintah Kabupaten Minahasa, kepada keluarga yang ditinggalkan almarhum.
Sementara, Kepala Bidang Teknologi Informasi Polda Sulut Kombes Pol Jhon Rori yang juga hadir dan memberikan sambutan mewakili Kapolda Sulut Irjen Pol Drs Bambang Waskito mengatakan, pihaknya sementara melakukan penyelidikan terhadap kasus ini. Bila memang ada keterlibatan anggota Polisi, maka Polda Sulut akan mengambil tindakan tegas.
“Pihak keluarga harap tenang, serahkan proses hukumnya kepada pihak berwajib dan kami berjanji akan menuntaskan kasus ini tanpa pandang bulu,” ujarnya.
Verona Kawung sendiri yang merupakan seorang pemuda yang kesehariannya sebagai anggota KPA Manguni Adventure ini, tewas diduga karena tertembak senjata api akibat pertikaian kelompok pemuda kedua Desa tersebut dan hinggi kini, pihak Polisi belum mengetahui pemilik senjata api serta tersangka penembak dalam peristiwa naas itu.
Awal pertikaian itu terjadi terjadi sekira pukul 22.30 Wita, kemarin malam ketika korban bersam rekan-rekannya berada di rumah salah satu calon hukum tua di Desa Karandoran. Menurut informasi, sekitar pukul 23.00 Wita, korban dan rekan-rekannya pamit pulang.
Saat dalam perjalan, tiba-tiba sekelompok pemuda yang diketahui dari desa sebelah berpapasan dan saling adu mulut sehingga berunjung pada pertikaian. Kedua kubu ini diduga telah dipengaruhi dengan minuman keras. Perkelahian antar dua kubu pun tak terelakkan. Mereka saling serang dengan menggunakan benda-benda di sekitar, seperti batu dan bambu. Tiba-tiba dalam pertikaian terdengar beberapa kali ledakan yang diduga dari sebuah senapan.
Salah satu bersarang di dada kiri korban Verona dan dua korban tembak lainnya mengenai alis kiri. Satu lainnya lagi, mengalami luka robek di bagian kepala akibat terkena batu. Seketika itu juga, korban pun langsung di dilarikan ke rumah sakit Budi Setia Langowan.
Korban dilaporkan sudah meninggal dunia akibat peluru yang bersarang di dada kanannya. Korban pun sempat di bawah di RS Prof Kandou Malayang untuk dilakukan outopsi. Sebagaimana diketahui ketika pertikaan yang terjadi antar kedua kelompok ini telah diketahui oleh anggota Polsek Langowan sehingga turun langsung di sekitar lokasi kejadian.
Kasat Reskrim Polres Minahasa AKP Edy Kusniadi, ketika dikonfirmasi membenarkan adanya pertikaian antar kelompok pemuda yang melibatkan Desa Sumarayar dan Desa Karondoran Kecamatan Langowan Timur.
“Benar malam itu terjadi perkelahian antara dua kubu anak muda dan mengakibatkan satu pemuda tewas dan dua pemuda rekan dari korban mengalami luka tembak senapan angin dan terkena lemparan batu,” ujar Kusniadi.(fernando lumanauw)


























