
MITRA– Selain sering mendapat pengeluhan terkait dengan pelayanan terhadap masyarakat, kini pihak Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) cabang Ratahan, mendapat pengeluhan dari karyawan lantaran gaji belum juga direalisasikan.
Demikian diutarakan YO karyawan PDAM Ratahan, yang mengaku hampir setahun belum menerima gaji dari perusahaan air minum tempat dia bekerja. “Memang sampai saat ini, gaji kami belum juga direalisasi. Padahal kami sudah menjalankan tugas dan tanggungjawab kami sebagai karyawan. Dan kalau dihitung-hitung hampir setahun perusahaan belum membayar apa yang menjadi hak kami,” keluhnya, paa harian ini, Selasa (17/12)
Kendati begitu, YO menyadari bahwa PDAM Ratahan, menurutnya sedang mengalami resesi, dalam arti meskipun beroperasi di Kabupaten Mitra, namun seagala pengurusan administrasi masih dilakukan dipihak Minahasa Selatan.
“Ini yang menjadi kendala bagi kami, pendapatan lewat masyarakat, seperti pembayaran dari pelanggan masih disetor ke PDAM Minsel. Sementara saluran air seperti pipa, sudah banyak yang tidak terpakai lagi alias rusak harus diperbaiki dengan menggunakan dana seadanya tanpa bantuan dari pihak PDAM Minsel, dan ini yang menjadi kendala bagi kami, sehingga berpengaruh pada pembayaran gaji kami sebagai karyawan,” ujarnya.
Dia mengharapkan adanya keseriusan dari pihak pemkab Mitra, agar secepatnya dapat mengambil alih PDAM Ratahan, agar tidak terkendala seperti ini dan pelayanan bagi masyarakat juga berjalan lancar. “Saya berharap pihak pemkab Mitra dapat mengambil PDAM itu, agar dapat dikelola dengan baik. Sehingga akan berdampak positif bagi karayawam seperti pembayaran upah yang jelas,”tambahnya. (Alfian Tompunu)






















