
Manado- Konsumsi daging ayam di Sulawesi Utara (Sulut) mengalami lonjakan yang cukup signifikan menjelang Natal dan Tahun Baru 2014.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Olvie Atteng mengatakan pihaknya memprediksi kebutuhan akan daging ayam saat Natal dan tahun Baru akan meningkat 325 persen.
“Kebutuhan normal setiapbulan daging ayam yang dibutuhkan sebanyak 400 ton untukmemenuhi permintaan masyarakat Sulut tapi disaat perayaan Natal naik 325 persen dan mencapai 1.700 ton,” jelasnya.
Daging ayam, katanya 70 persen diproduksi dalam daerah dan 30 persen dipasok dari Pulau Jawa dan Sulawesi Selatan.
“Kami akan intens dalam pemantauan ketersediann stok daging ayam agar tetap terjaga karena permintaan semakin tinggi di akhir tahun ini,” katanya.
Katanya, meskipun pasokan daging dari luar banyak, tetapi tidak berarti pengawasan melemah, sebab pemeriksaan dilakukan lebih ketat dari biasanya, sehingga keamanan daging tetap terjamin.
Apalagi menurutnya, kalau daging dari luar sudah melewati sejumlah pemeriksaan mulai dari karantina, jadi yang beredar dijamin masih aman untuk dikonsumsi.
Selain itu menurutnya, jika satu ekor saja daging ayam dari luar terindikasi tidak layak, maka semuanya akan dikarantina kembali untuk diperiksa lebih seksama untuk memastikan keamanannya jangan sampai terkontaminasi juga.(nancy)




















