Bitung- Sejumlah legislator di DPRD Kota Bitung beda pendapat soal plaksanaan Pilkada langsung dan tak langsung. Seperti halnya yang dikatakan oleh ketua DPRD kota Bitung, Laurensisu Supit. Politisi PKPI ini mengatakan, secara pribadi dirinya menginginkan pelaksanaan Pilkada dilaksanakan secara langsung, agar supaya rakyat bias menentukan pemimpinnya sendiri.
Akan tetapi kata Supit, jika memang aturan pilkada lewat DPRD sudah final, maka pihaknya tidak dapat berbuat apa-apa.
“Kami pada prinisipnya hanya mengikuti aturan yang sudah ada, yang dikeluarkan oleh pusat. Kalau memang nantinya harus dipilih DPRD, harus ditaati. Walau memang secara pribadi saya berkeinginan supaya dilakukan secara langsung,” kata Supit.
Hal yang sama dikatakan oleh ketua fraksi Partai Golkar, Erwin Wurangian. Menurutnya, apa pun yang nantinya diputuskan oleh Mahkamah Konstitusi, itu yang akan dilasanakan oleh fraksinya.
“Memang kami tergabung di Koalisi Merah Putih, yang berkeinginan Pilkada lewat DPRD. Tapi kalau keputusan akhir dari pusat menyatakan Pilkada langsung, maka tetap harus kam laksanakan,” kata Wurangian.
Sementara itu, legislator PKB, Tonny Yunus, SE mengatakan, jika nantinya pilkada akan dilakukan oleh DPRD, maka pihaknya akan abstain alias tidak akan ikut memilih, meski memiliki hak suara. “Kalau pilkada lewat DPRD, kami dari PKB abstain,” tegas Yunus.
Ketua fraksi Partai Demokrat, Ronny Boham mengatakan, kalau pilkada nantinya harus lwat DPRD, maka kami akan walk out dari paripurna,” ujar Boham. (hezky)




















