Jakarta – Dalam rangka menggerakkan sektor pariwisata Bumi Nyiur Melambai, Gubernur Sulut Soni Sumarsono meluncurkan program Visit Sulut 2016, Minggu (08/11).
Peluncuran program Visit Sulut 2016 dikemas dalam acara bertajuk Salam Manis Bakudapa Sulawesi Utara-Mari Jo Ka Manado, yang disiarkan secara langsung (Live) dari Auditorium Studio TVRI Senayan Jakarta dan dihadiri Komunitas Warga Masyarakat Sulut di kawasan Ibukota Jakarta dan sekitarnya.

Acara ini juga merupakan program TVRI, dalam menyambut ulang tahunnya yang ke-53. Di mana sejak bulan September 2015, menggelar program acara Salam Manis, secara Live berdurasi 1,5 Jam, Sebulan sekali. Dalam menampilkan keberagaman Kekayaan seni, musik dan budaya masing masing Provinsi se Indonesia, sesuai dengan moto TVRI, yakni, ‘Saluran Pemersatu Bangsa’.
Olehnya, TVRI, di edisi penayangan bulan November ini, dengan di koordinir Yerry Tawaluyan dan Soraya Togas, Selaku Ketua Panitia dan Sekretaris, memberikan kesempatan bagi Komunitas Masyarakat asal Sulut, guna mempromosikan Potensi Seni Budaya dan Pariwisata daerah Nyiur Melambai. Ini agar seluruh warga masyarakat di luar Sulut, yakni, masyarakat Indonesia dari Sabang sampai Merauke dapat mengetahui dan menikmati keberagaman dan pesona keindahan Bumi Nyiur Melambai Sulawesi Utara.
Gubernur Sulut, Soni Sumarsono, ketika mencanangkan Tahun Kunjungan Wisata Sulawesi Utara 2016, berkesempatan mensosialisasikan Tag Line # MariJoKaManado. Ia juga sekaligus menggagas pembentukan Perhimpunan Duta Wisata Sulut, dengan menyematkan Pin Duta Wisata kepada duta wisata Sulut.
Dalam acara yang dipandu Penyiar Senior TVRI, Mahgdalena Daluas dan Komedian Mongol, Sumarsono menegaskan bahwa program acara ini dipandang sangatlah positif dan strategis, dalam mengkampanyekan pariwisata Sulut.

Menurutnya, dengan adanya program Visit Sulut 2016, maka pemerintah akan memperbesar volume paket wisata, melalui kerjasama beberapa Maskapai Penerbangan dalam dan luar negeri. “Selain itu destinasi cita rasa kuliner, festival Seni Budaya, Olahraga, ataupun Ivent kedaerahan yang khas dan unik juga akan digiatkan,” kata Sumarsono.
Pria yang baru dianugerahi gelar adat Tonaas Wangko Umbanua ini kemudian menggugah segenap komponen Masyarakat Sulut di perantuan, agar senantiasa dapat berperan sebagai duta duta wisata Sulut. “Teruslah berpartisipasi mempromosikan Pesona provinsi Sulut, baik nusantara regional, maupun manca negara,” pintanya.
Dalam acara ini, turut pula diserahkan penganugerahan tanda jasa kepada 3 tokoh seni budaya Sulut, atas karya dan dedikasinya mengangkat nama Bumi Nyiur Melambai di pentas nasional. Seniman Yessy Wenas (pencipta lagu dan tari), musisi Alfred Sundah (pencipta lagu Sapa Suru Datang Jakarta) dan tokoh masyarakat Kawanua Benny Tengker adalah 3 tokoh yang mendapatkan penghargaan dari Gubernur.

Acara ini meriah karena didukung artis-artis terkemuka Indonesia berdarah Kawanua yakni Mikha Tambayong, Conny Mamahit, Jimmy Manopo Band, Deliance Band, serta pertunjukan Fashion Show Wulan Waraney Minahasa. Kabasaran Makasiow, Kolintang dan Katrili Kadoodan, Kolintang dan team Kesenian Pemkab Minahasa, Nyong Noni Sulut dan Nyong Nona Manado, Poco2 Team Toumbuluner’s Club, Masamper GMIST, serta Persatuan Insan Kolintang Nasional (PINGKAN) juga menjadi pengisi acara
Adapun, Bupati Minahasa, Drs Jantje W Sayow Msi, Walikota Manado, Dr Ir GSV Lumentut, Kadis Parbud Prov Sulut, Ir Happy Joy Korah Msi turut hadir mendampingi Gubernur.




















