by

Masih Dikeluhkan, Pelayanan RSUD Sam Ratulangi Tondano Butuh Revolusi Mental

Minahasa – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sam Ratulangi Tondano adalah Rumah Sakit daerah satu-satunya milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, yang perlu mendapat perhatian khusus.

Selain pembangunan infrastruktur dan fasilitas penunjang, salah satu yang harus menjadi sasaran adalah sistem pelayanan publik atau pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM), yang belakangan ini kerap menjadi sorotan masyarakat. Sebab, pengembangan infrastruktur yang menelan anggaran miliaran rupiah beberapa tahun belakangan ini, dinilai belum berbanding lurus dengan sistem pelayanan publik.

Sebagai Pelaksana Harian Direktur Utama (Dirut) RSUD Sam Ratulangi Tondano, dr Maya Rambitan MKes, yang tak lain adalah Kepada Dinas Kesehatan Minahasa, memiliki tugas pertama yakni pembenahan SDM atau Revolusi Mental SDM, seperti yang terkandung dalam Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) 2021-2024, sebagai salah satu agenda pembangunan nasional dan Prioritas Nasional pada Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024, melalui Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko-PMK).

“Kedepan, kami akan membenahi SDM dalam pelayanan di RSUD Sam Ratulangi Tondano. Kami harus akui bahwa masih banyak yang perlu dibenahi, secara khusus dari SDM nya. Karena memang, masih ada saja keluhan masyarakat terhadap pelayanan di Rumah Sakit ini. Yang lain sudah maksimal, tapi bisa saja ada oknum-oknum tertentu yang masih belum menjalankan apa yang sudah selalu di sampai sampaikan atasan. Itu yang akan kami sasar,” kata Rambitan, sembari berterima kasih kepada Bupati Dr Ir Royke Octavian Roring MSi dan Wakil Bupati Robby Dondokambey SSi atas kepercayaan yang diberikan mengemban tugas sebagai Plh Dirut.

Sementara, GNRM sendiri sebagaimana yang digaungkan Kemenko PMK, berbicara soal upaya kolektif bangsa Indonesia, baik penyelenggara negara, dunia usaha, maupun masyarakat, dalam rangka mewujudkan perilaku baru yang berorientasi pada kemajuan melalui internalisasi nilai-nilai strategis instrumental, dimana Revolusi Mental meliputi integritas, etos kerja, dan gotong royong.

Sesuai dengan Inpres No. 12 Tahun 2016 Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) menyasar pada gerakan perubahan lima corak nasional, yaitu Gerakan Indonesia Melayani, Gerakan Indonesia Bersih, Gerakan Indonesia Tertib, Gerakan Indonesia Mandiri dan Gerakan Indonesia Bersatu.(fernando lumanauw)

Comment

Leave a Reply

News Feed