Manado – Panitia Seleksi calon Sekprov Sulut telah mengantongi 3 nama yang akan diserahkan ke Gubernur untuk selanjutnya diusulkan ke Presiden.
Ketua Pansel Yuswandi Tumenggung yang juga merupakan Sekjen Depdagri mengaku sulit memutuskan tiga calon.
“Sangat sulit karena mereka semua sangat cerdas,” kata dia.
Ungkap Yuswandi, perbedaan nilai para calon sangat tipis, hanya selisih 1 persen.
Yuswandi mengatakan, ia sudah sering menjadi ketua pansel. Sulut, nilainya, merupakan daerah dengan kompetisi terketat. Yuswandi mengaku sudah mengantongi tiga nama.
“Namun saya akan lapor ke Olly, nanti dibeberkan besok (Selasa 06/09),” kata dia.
Yuswandi membantah ada intervensi dalam proses seleksi.
“Tak ada itu, kami bekerja sesuai dengan kompetensi kami,” ujar dia.
Dikatakan Yuswandi, kerja Pansel hanya memilih tiga nama kemudian menyerahkannya ke Olly.
Ollylah yang akan mengirim tiga nama itu ke presiden.
Gubernur Olly Dondokambey kepada sejumlah wartawan, Senin (05/09) siang menjelaskan tim Pansel akan memberikan rekomendasi tiga nama calon Sekprov.
“Malam ini, tim Pansel akan melaporkan hasil penilaian mereka. Besok rencananya akan diumumkan tiga nama,” ucap Gubernur sembari menambahkan nantinya tiga nama tersebut akan diusulkan ke Presiden lewat Kementrian Dalam Negeri.
Sayangnya, Gubernur enggan memperkirakan kapan kepastian pergantian Sekprov Siswa Rahmat Mokodongan yang rencananya akan berkarir di pusat.
“Itu tanya ke Presiden. Kalau saya lebih cepat lebih baik, supaya Pak Sekprov (Siswa Mokodongan,red) bisa mendapatkan tempat di pusat, karena eselon satu disana banyak yang antri,” pungkasnya.
Dari pantauan wartawan, kelima calon Sekprov secara bergantian mendapat kesempatan untuk diwawancarai tim Pansel.
Lewat pencabutan nomor urut, Kepala BPK-BMD Sulut, Olvie Atteng mendapat giliran pertama untuk diwawancarai. Selanjutnya, Edwin Silangen, Jhon Palandung, Roy Mewoh dan terakhir Jenny Karouw.
Sebelum mendapat kesempatan diwawancarai, tampak kelima calon Sekprov secara bergantian menuju ke Toilet untuk buang air kecil.
“Rasa gugup pasti ada dan itu Wajar,” celoteh sejumlah ASN ketika melihat reaksi para pejabat senior tersebut.
Kepada wartawan, Edwin Silangen mengungkapkan hasil proses wawancara yang telah dilaluinya.
“Pansel tidak muluk-muluk, mereka menanyakan seputar manajerial seorang Sekprov, bahkan dipertayakan tentang keahlian berbahasa Inggris,” ucap Kepala badan Kesatuan Bangsa dan Politik ini.
Para calon Sekprov lainnya seperti Kadisperindag Jenny Karouw dan Roy Mewoh tetap optimis dalam menjalani proses wawancara.
“Rekomendasi pimpinan kepada kami untuk mengikuti seleksi ini, merupakan sebuah kepercayaan yang tidak boleh disia-siakan. Nantinya tinggal rencana Tuhan yang beracara,” ujar Mewoh dan Karouw.

























