
MITRA-Puluhan tenaga guru sekolah swasta yang dinyatakan lulus tes sebagai calon pegawai negeri sipil (CPNS) dari jalur honor daerah kategori 2 (Honda K2), Rabu (7/5/2014) secara langsung menemui bupati Minahasa Tenggara James Sumendap,SH.
Kedatangan para guru ini tak lain ingin mempertanyakan kejelasan nasib mereka kepada bupati selaku pejabat Pembina kepegawaian (PPK). Pasalnya, dengan dikeluarkannya tujuh persyaratan tenaga Honorer K2 yang dapat diangkat menjadi CPNS, mereka dengan sendirinya terancam gugur.
Para tenaga honor menyatakan kepada bupati bahwa mereka sudah bekerja bertahun-tahun sebagai guru honor. Dan berkaitan dengan segala persyaratan sudah mereka penuhi semua, sebagaimana yang dimintakan saat proses perekrutan Honda K2.Makanya para guru honor meminta kejelasan akan nasib mereka karena menurut para guru honor semua mereka sudah melaksanakan setiap proses untuk diangkat sebagai CPNS sesuai ketentuannya.
“Makanya kami dengan sangat memintakan akan perhatian Bapak Bupati Mitra untuk dapat memperjuangkan nasib kami ini,karena sebagian besar kami ini sudah lama menjadi tenaga guru honor bahkan ada yang sudah mencapai sembilan belas tahun sebagai tenaga guru honor,”tandas salah satu guru honor.
Sementara itu, bupati pada kepada para guru menegaskan, selama saudara-saudara memenuhi segala pesyaratan untuk diangkat sebagai CPNS, maka semuanya akan lulus. “Kalo kalian sudah memenuhi semua persyaratan sebagai Honda K2, pasti kalian semua lulus,”terang Sumendap.
Diketahui, dari ketujuh poin yang dikeluarkan pihak BKN, pada poin kelima menyebutkan, Honda K2 yang dapat diangkat menjadi CPNS adalah bekerja pada instansi pemerintah. Jika demikian, maka sesuai verifikasi pihak BKD Mitra, tercatat ada sekitar 38 tenaga guru Honda K2 yang mengajar di sekolah swasta di daerah ini teracam gugur.(Jay)


























