Pembangunan Infrastruktur di Sea Tumpengan Tahun 2021 Rampung Dikerjakan

Minahasa – Pembangunan infrastruktur Desa yang ada di Desa Sea Tumpengan Kecamatan Pineleng, yang dianggarkan dalam Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun 2021, rampung dikerjakan atau dibangun.

Hukum Tua Desa Sea Tumpengan Filadelfus Kukihi, kepada Cybersulutnews.co.id mengatakan, untuk pembangunan infrastruktur yang dianggarkan melalui Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa, yakni sebesar Rp 437.636.700.

Pembangunan ini terbagi atas, Normalisasi Saluran Air dan Pembangunan Drainase Tipe I senilai Rp 111.514.000, Pembangunan Drainase Tipe II senilai Rp 55.670.600, Pembangunan Jalan Paving Block dan Pembukaan Jalan Baru Rp 241.691.100, kemudian untuk Penyelenggaraan Posyandu Rp 10.010.950, Penyuluhan Kesehatan Rp 1.050.000, Informasi Publik Rp 1.500.000 dan Pengembangan Sistem Keuangan Desa sebesar Rp 16.200.000.

“Untuk pembangunan di Desa tahun ini semua sudah selesai dibangun. Antara lain, pembangunan drainase tipe I sepanjang 170 meter, pembangunan drainase tipe II sepanjang 200 meter beserta empat buah gorong-gorong, normalisasi drainase sepanjang 110 meter, jalan paving block sepanjang 160 meter dan pembukaan jalan baru,” terang suami dari Ketua Tim Penggerak PKK Desa Sea Tumpengan, Margit Kauwang ini.

Sementara, untuk tahun 2021 sendiri, Pemerintah Desa (Pemdes) Sea Tumpengan mengelola APBDes sebesar Rp 1.049.995.800, dimana anggaran tersebut berasal dari pendapatan Dana Desa sebesar Rp 696.218.000, Alokasi Dana Desa sebesar Rp 273.000.000, Bagi Hasil Pajak dan Retribusi Daerah Rp 24.385.000, Bantuan Keuangan Kabupaten Rp 53.692.800, Pendapatan Asli Daerah Rp 2.500.000, Hasil Usaha Rp 1.500.000, serta Swadaya, Partisipasi dan Gotong Royong sebesar Rp 1.000.000.

“Selain untuk Bidang Pelaksanaan Pembangunan Desa sebesar Rp 437.636.700 tadi, ada juga pembiayaan pada beberapa bidang lainnya seperti, Bidang Penyelenggaraan Pemerintahan Desa sebesar Rp 341.621.491, Bidang Pembinaan Kemasyarakatan Rp 16.886.700, Bidang Pemberdayaan Masyarakat sebesar Rp 30.350.000, serta Bidang Penanggulangan Bencana Darurat dan Mendesak Desa sebesar Rp 221.600.000,” ujarnya.

Desa Sea Tumpengan sendiri berpenduduk 1.042.000 jiwa dengan 396 Kepala Keluarga. Jumlah penduduk yang berlatar belakang profesi seperti Pekerja Bangunan, Pegawai Negeri Sipil dan Pegawai Swasta ini sendiri belum termasuk penduduk yang berdomisili di Desa Sea Tumpengan namun ber KTP luar atau belum penduduk.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan