Pemdes Tonsealama Gelar Rembug Stunting, Ini Hasil Keputusannya

Minahasa – Pemerintah Desa (Pemdes) Tonsealama, Kecamatan Tondano Utara, menggelar kegiatan Rembug Stunting, bertempat di Balai Kemasyarakatan Desa Tonsealama, Rabu (30/05) pagi.

Musyawarah ini dalam rangka pencegahan dan penurunan stunting di desa, yang menghadirkan Kepala PMD Kecamatan Tondano Utara Melani Tumarar, pihak Puskesmas Tonsealama, Pimpinan dan Anggota BPD dan LPM, Pdt Jeane Puiri MTh, Pdt Maxi Saada MA, Perangkat Desa, Kepala Jaga dan Meweteng, Tokoh Masyarakat dan Para Pendamping Desa Kecamatan Tondano Utara.

Ketua BPD Tonsealama, Julius Tampi SPd, saat memimpin Rembug Stunting ini, dalam sambutannya menyampaikan bahwa, upaya pencegahan dan penurunan stunting merupakan kerja penting yang harus mendapatkan perhatian khusu dari Pemdes dan semua pemangku kepentingan di desa.

“Stunting merupakan musuh kita bersama, dan karena itu kerja bersama dan sama-sama berkerja harus menjadi semangat kita. Rembug Stunting ini dilaksanakan sebagai upaya kita bersama dalam menyatukan arah dan gerak kita menangani stunting,” ujar

Hukum Tua Desa Tonsealama, Estefanus Dimpudus AMd mengatakan, pencegahan dan penurunan stunting di Desa Tonsealama tahun 2024 ini, merupakan salah satu focus utama pelayanan Pemdes Tonsealama.

“Untuk mendukung upaya pencegahan dan penurunan stunting, Pemdes melalui APBDesa tahun 2024, pada Sub Bidang Kesehatan, telah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 77.255.000, yang penggunaannya antara lain untuk Kegiatan Posyandu, Makanan Tambahan Posyandu dan Stunting, serta Alkes,” terang Estefanus

Sementara, Kader Pemberdayaan Masyarakat Desa Tonsealama, Diana K Rumbajan, dalam laporannya menyampaikan bahwa, sejak tahun 2023, teradapat 1 anak terindikasi stunting dan telah dilakukan pendampingan serta pemberian makanan, gizi dan susu, bersama dengan pihak Puskesmas Tonsealama.

Adapun beberapa kesepakatan bersama yang diputuskan dalam Rembug Stunting ini yakni, Pemberian Makanan Tambahan bagi Balita dan Ibu Hamil, Pengadaan Alat Kesehatan bagi kegiatan Posyandu Desa, Melakukan identifikasi keluarga-keluarga yang berpotensi stunting di Desa, Pendataan Ibu Hamil dan Anak Balita di Desa.

Selain itu, Capaian Vaksinasi dan Imunisasi bagi Balita di Desa, Pemberian Makanan Tambahan sebagai upaya pencegahan dan penanganan Stunting, Sosialisasi dan Edukasi Kesehatan bagi remaja putri, Pemberian Tablet Tambah Darah (TTB) rematri, serta Penyediaan/pembangunan fasilitas ruang terbuka publik/ bermain anak.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan