Minahasa – Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa) Sarana Sumber Sejahtera Desa Tonsealama Kecamatan Tondano Utara, siap melaksanakan Program Ketahanan Pangan Desa (Ketapang) Tahun 2025.
Hal ini menyusul diterima nya Dana Penyertaan Modal Desa tersebut, dari Dana Desa yang tertata pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes), dari Pemerintah Desa (Pemdes) Tonsealama, Selasa (06/05) siang, di Balai Kemasyarakatan Desa Tonsealama.

Hukum Tua Tonsealama, Estefanus Dimpudus AMd, usai menyerahkan Dana Penyertaan Modal Ketahanan Pangan ini menjelaskan bahwa, hal ini sesuai dengan Peraturan Menteri Desa (Permendes) Nomor 2 Tahun 2024, tentang Petunjuk Operasional Atas Fokus Penggunaan Dana Desa Tahun 2025.
“Dalam Permendes tersebut, antara lain menegaskan bahwa, setiap Desa wajib menganggarkan paling rendah 20 persen untuk Program Ketahanan Pangan, yang dikelola oleh BUMDesa. Nah, tahun ini, kita mengalokasikan anggaran untuk program ini sebesar Rp 210.000.000, atau 20,44 persen dari Dana Desa yang diterima Pemdes Tonsealama,” terang Dimpudus.

“Hari ini, kami serahkan dana dimaksud kepada BUMDesa, untuk tahap pertama ini sebesar Rp 160.000.000. Tentu kami meminta agar BUMDesa dapat mengelola anggaran ini dengan baik, sesuai Proposal atau Rencana Kerja untuk Ketahanan Pangan,” imbuhnya.
Sementara, Direktur BUMDesa Sarana Sumber Sejahtera Tonsealama, Novri Rumbajan, yandidampingi Sekretaris BUMDesa, Grimaldy Sengkey dan Bendahara BUMDesa, Ika Damayanti, menyampaikan kesiapan lembaganya untuk melaksanakan Program Ketahanan Pangan Desa sebagaimana amanat Pemdes Tonsealama.
“Sesuai Proposal yang kami ajukan, bahwa kegiatan Ketapang yang akan kami kerjakan adalah Pengembangan Usaha Peternakan Ayam Petelur sebesar Rp. 160.000.000, dan Penanaman Jagung sebesar Rp. 50.000.000. Dan tahap pertama ini kami akan segera kerjakan pengembangan Ternak Ayam Petelur,” ujarnya.
Turut hadir, Ketua BPD Tonsealama Julius Tampi SPD, Sekretaris Desa Henny Tumengkol, Bendahara Desa Mindert Pinangkaan, Pendamping Desa Novita Rachmad, ST, dan Perangkat Desa.(fernando lumanauw)





















