Manado – Selain tindak kriminalitas yang meningkat, ternyata Kota Manado pada pemerintahan GS Vicky Lumentut dan Harley Mangindaan juga belum mensejahterakan rakyatnya yang berada di Kelurahan Paal 4, Lingkungan I, Kecamatan Tikala tepatnya di Puncak Seruni.
Malah kedua pimpinan masyarakat Manado itu terlihat asyik dengan pencitraannya masing-masing untuk menghadapi Pemilihan Walikota (Pilwako) pada Desember 2015 nantinya.
Padahal selama pemerintahan keduanya, hingga kini warga di Puncak Seruni belum juga merasakan air yang disediakan Pemerintah kota (Pemkot) Manado. Air adalah sumber kehidupan dan sangat diperlukan masyarakat untuk keperluan sehari-hari.
“Kami hanya dijanjikan akan merasakan air yang disediakan Pemkot, tetapi nyatanya hingga kini hal tersebut belum direalisasikan Pemkot,” kata Herman dan dua warga lainnya salah satu warga Puncak Seruni ketika berbincang dengan Cybersulutnews.co.id baru-baru ini.
Ia pun menambahkan, sampai saat ini mereka sulit untuk mendapatkan air bersih untuk digunakan mereka. Untuk mendapatkan air kata sumber, mereka membeli dengan harga Rp 1.750 per galonnya.
“Aduh susah sekali pokoknya kami disini. Sedangkan air saja sulit didapatkan. Kami membeli air dengan harga Rp 1.750 per gallon. Kadang kami di sini memanfaatkan air hujan untuk digunakan mencuci pakayang dan barang-barang lainnya,” beber mereka sembari berharap agar Pemkot Manado dapat mengerti kebutuhan warga Puncak Seruni yaitu dengan memberikan bantuan air.
“Kami tidak akan meminta bantuan apa-apa. Kalau bisa air saja,” pinta mereka kepada pemimpin Kota Manado yang dipilih langsung rakyat Kota Manado empat tahun yang lalu.
Pihak Pemkot sendiri belum dapat dikonfirmasi soal adanya pengeluhan yang dikeluhkan warga Puncak Seruni yang selama ini kesusahan air untuk kebutuhan hidup mereka. (jenglen manolong)




















