
Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, melalui Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Sekretariat Daerah Kabupaten (Setdakab) Minahasa, memfasilitasi kaum perempuan Minahasa tentang pembelajaran politik, bertempat di ruang sidang Kantor Bupati, Kamis (27/03).
Kepala Bagian Kesra Setdakab Minahasa, Novarita Supit SH mengatakan, kegiatan yang melibatkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa, Panitia Pengawas Pemilu (Panwaslu) Kabupaten Minahasa dan Dharma Wanita Persatuan Kabupaten Minahasa ini, penting sebagai bentuk emansipasi terhadap kaum perempuan yang memiliki peran besar dalam Pemilu.
“Pemerintah menyadari bahwa, perempuan memiliki peran penting dalam kesuksesan Pemilu sehingga perlu dibekali dalam pengetahuan tentang aturan atau norma mengenai Pemilu,” ujarnya.
Kegiatan ini sendiri dibuka langsung Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, melalui Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa, Jefry Robby Korengkeng SH MSi.
Korengkeng dalam sambutannya menyampaikan bahwa, dalam kegiatan ini, warisan keteladanan perempuan di Indonesia kiranya menjadi sumber inspirasi. Menurutnya, perempuan harus lebih aktif untuk menghadapi era globalisasi agar Minahasa bisa lebih sejahtera dan bermartabat.
“Melalui kegiatan ini kiranya peserta kaum perempuan dapat dibekali tentang bagaimana proses Pemilu di Tahun 2014 ini serta manfaatkanlah kegiatan ini untuk memperkaya pengetahuan politik dalam pemilu,” ujar Korengkeng, sembari menyampaikan apresiasi kepada para narasumber yang boleh hadir dalam acara ini.
“Menjadi tugas bersama untuk bersinergi mengawal dan mensukseskan Pemilu dan mengajak masyarakat agar berpartisipasi aktif dalam Pemilu di Tahun ini. Untuk itu, marilah kita menggunakan hak pilih pada tanggal 9 april nanti,” ujar Korengkeng.
Sebagai tambahan, Korengkeng mengatakan, sosialisasi mengenai Pemilu belum terlambat karena masih ada proses/ tahapan Pemilu hingga pemilihan Presiden.
“Pemahaman tentang Pemilu harus diketahui oleh ibu-ibu sehingga boleh saling mengingatkan dalam keluarga mengenai aturan-aturan Pemilu seperti contoh, pemasangan APK harus didalam halaman rumah. Sehingga ada dampak positif bagi suksesnya Pemilu Tahun 2014. Disamping itu kepada ibu-ibu mari menjaga persatuan dan kesatuan untuk menjadi penengah di tengah-tengah keluarga,” ujarnya.(fernando lumanauw)




















