
Menindaklanjuti hal ini, puluhan siswa/ siswi keterwakilan dari sejumlah SMP di Minahasa ini kemudian mengikuti sosialisasi dari Kapolres Minahasa, AKBP Ronald Rumondor SIK, sebagai alumnus SMA Taruna Nusantara angkatan pertama tahun 1990-1993, bersama dua rekannya yang juga alumnus seangkatan di sekolah tersebut yakni, Dr Tritiya Arungpadang, sekarang dosen Fakultas Teknik Mesin di Unsrat Manado dan Baron Gerald Pangau, putra Desa Tatelu Minut, sekarang menekuni wirausaha.
“Pada prinsipnya semua siswa/ siswi lulusan SMP di Minahasa boleh mendaftar, tapi memang kuota yang disediakan hanya untuk dua orang terbaik yang lulus sejumlah tes, tapi tidak mengapa bila ada orang tua anak yang mampu membiayai anak mereka untuk disekolahkah disekolah ini, karena itu juga sangat baik,” ungkap Rumondor.
Dikatakan Rumondor, sesuai dengan visi dan misinya, sekolah ini bertujuan membentuk karakter siswanya menjadi pemimpin masa depan yang memiliki serta berkompeten dibidangnya. Sehingga, pihaknya berkonsultasi dengan Bupati Minahasa, Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, agar ada siswa/ siswi putra puteri terbaik Minahasa bisa ke sekolah ini lewat beasiswa penuh selama tiga tahun hingga siswa tersebut lulus.
“Tujuan utama kami tentu untuk mencerdaskan anak bangsa. Sudah ada banyak jebolan dari sekolah ini yang kemudian menjadi pejabat negara baik di Kepolisian, TNI dan Pemerintahan di Indonesia, kami berharap ada juga putra putri terbaik Minahasa menjadi orang-orang yang berhasil dan berguna bagi daerahnya, sebab terakhir Pemkab Minahasa memberikan beasiswa bagi lulusan SMP di Minahasa untuk dikirim ke sekolah ini pada tahun 1994 silam dari SMP Negeri Kakas,” kata Rumondor.
Ditambahkan Tritya Arungpadang, menyelesaikan studi di SMA Taruna Nusantara ini membutuhkan biaya mencapai Rp 160 juta hingga menyelesaikan studi, sehingga dirinya memberikan apresiasi kepada Pemkab Minahasa.
“Siswa/ siswi yang lulus tes dan terpilih mendapat beasiswa Pemkab Minahasa ini sangat beruntung karena mereka tidak akan mengeluarkan biaya sepeserpun hingga lulus. Semuanya berpeluang untuk itu, untuk itu segeralah mendaftarkan diri di Kodim 1302 Minahasa yang ditunjuk untuk menerima pendaftaran dan seleksi,” Arungpadang yang diiyakan rekannya Baron Pangau.
Sementara, Kepala Bidang SMP Dikpora Minahasa, Moudy Gumansing, yang mendampingi anak-anak SMP perwakilan di Minahasa mengatakan, yang dihadirkan dalam sosialisasi ini memang tidak semua karena hanya sekolah yang dalam penilaian mereka memiliki intelejensi dan postur yang memadai.
“Tidak semua murid SMP hadir dalam sosialisasi ini tapi seluruh siswa/ siswi SMP di Minahasa memiliki peluang yang sama,” ujarnya.(fernando lumanauw)




















