Tomohon – Pasca pemerintah menaikkan harga gas elpiji 12 kg, terindikasi bakal terjadinya kelangkaan gas elpiji 3 kg yang tak mengalami kenaikan.
Hal tersebut terjadi karena warga akan beramai-ramai beralih ke tabung gas yang berwarna hijau ini.
Untuk itu sejumlah warga meminta Pemkot Tomohon mengawasi secara ketat distribusi elpiji subsidi 3 kilogram (kg) agar tidak liar dan tepat sasaran.
Bukan hanya itu, selama ini aturan terkait distribusi elpiji 3 kg tidak tegas, sehingga pemerintah terkesan tidak berdaya di saat elpiji 3 kg boleh dinikmati siapa saja, sehingga menyebabkan kelangkaan elpiji 3 kg di sejumlah wilayah.
“Sebagai produk bersubsidi, pendistribusian elpiji tabung 3 kg seharusnya diatur dengan aturan yang tegas, tidak abu-abu serta diawasi pelaksanaannya secara ketat oleh pemerintah,” kata Johny salah satu warga Kota Tomohon
Ia menuturkan seiring kenaikan harga gas elpiji 12 kg, banyak kalangan yg menikmati gas murah ini.
“Tak heran jika kemudian golongan mampu ramai-ramai ikut mengonsumsi elpiji yang seharusnya hanya boleh dikonsumsi oleh golongan kurang mampu,” ujarnya.
Johny menuturkan, subsidi harga elpiji 3 kg lebih besar dari harga yang dibayar oleh masyarakat dapat diartikan bukan sebagai subsidi. Logikanya, subsidi tidak lebih besar dari harga yang dibayar masyarakat.
Hal ini , seharusnya bisa jadi pertimbangan bagi pemerintah bahwa tidaklah menjadi persoalan jika pemerintah mengoreksi harga jual elpiji 3 kg sepanjang mampu menetapkan HET yang berlaku sama di seluruh pangkalan atau sub agen elpiji.
“Pemkot Tomohon harus mengawasi ketat jalur distribusi gas elpiji ini. Jangan sampai hilang atau langka di pasaran akibat salah sasaran atau salah distribusi,” tukasnya. (maria)





















