Manado – Pengadilan Negeri (PN) Manado, Senin (03/11), kembali menggelar sidang dugaan penganiyaan yang dilakukan terdakwa, Aiptu GM alias Marwan terhadap korban Bripda Ivandy Sasamu, dan Bripka Jack Lauhenapessy, beberapa waktu lalu.
Sidang dengan agenda mendengarkan pledoi atau pembelaan, terdakwa melalui Penasehat Hukumnya, Recky Wullur meminta agar kliennya tersebut dibebaskan dari segala tuduhan. Sebab terdakwa waktu itu tidak melakukan pemukulan serta tidak mengetahui bahwa para korban adalah sesama anggota Polisi, karena sedang melakukan penyamaran dengan menggunakan rambut palsu.
Ditambahkan PH tersebut, dari Surat Perintah dari Mantan Kapolda Lama, Brigjen Robby Kaligis untuk menangkap anggota polisi yang sering memeras para Bandar togel, dan menggunakan nama institusi kepolisian.
Majelis Hakim, Willem Rompis SH MH menundah persidangan pekan depan dengan agenda mendengarkan putusan.
Sidang sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) Harry Tendean SH, menuntut terdakwa dengan kurungan penjara selama 10 bulan, karena menurut JPU, melanggar pasal 170 ayat (1) KUHPidana tentang penganiayaan secara bersama-sama.
Diketahui, Jumat (23/6) 2013 silam, para korban melakukan penangkapan terhadap dua tersangka diduga Bandar judi togel di Watulambot kecamatan Tondano Barat.
Ketika hendak membawa kedua tersangka togel ke Polda Sulut, para korban mendapat telepon dari seseorang yang mengaku sang Bandar besar dan akan mengatur perdamaian alias 86, dengan para korban. Tapi, para korban mengatur strategi untuk menangkap sang Bandar dan renacanya akan bertemu di tugu jam di perumahan citra land Sekira pukul 04.00 Wita.
Tiba mobil Avansa warnah hitam serta Fortuner warna putih berhenti dan menghalangi dari arah yang berbeda yakni muka dan belakang. Kemudian Eks Anggota Timsus Brigadir HJ alias Hendra dan Helfrits J (terdakwa dalam kasus terpisah) dengan leluasa menganiaya para korban.
Melihat para korban ingin menyerang, pada saat itu Marwan menodongkan pistol hingga Hendra bersama Helfrits bisa sepuasnya menganiaya korban. Hingga terdengar tembakan yang di lakukan di dekat telinga korban oleh Helfrits yang mengakibatkan luka bakar dan mengeluarkan darah. (Ay)




















