
“Kejadian tersebut membuktikan pengawasan Sekolah Dian Harapan lemah. Sebab jika pengawasan di sekolah itu ketat, kejadian itu pasti tidak akan terjadi,” kata Jack Wullur salah satu Pemerhati Anak di Sulawesi Utara kepada Cybersulutnews.co.id.
Wullur pun mendesak agar pihak Polda Sulut dapat mengusut tuntas kasus dugaan pelecehan itu, serta segera melakukan penahanan kepada oknum guru yang tega melakukan perbuatan yang tidak seharusnya dilakukan guru kepada muridnya.
“Kejadian itu sangat disayangkan. Karena guru yang seharusnya mengajarkan perbuatan yang baik kepada murid kini melakukan perbuatan yang begitu memalukan. Kiranya kasus ini bisa menjadi pelajaran bagi pihak sekolah, agar kasus seperti ini tidak akan terulang lagi. Karena saya tau sekolah tersebut adalah sekolah ternama, tetapi pengawasannya seperti tidak ketat,” sembur Wullur.
“Dan kiranya kasus yang terjadi di Sekolah Dian Harapan ini bisa menjadi contoh bagi sekolah-sekolah yang lain untuk lebih meningkatkan pengawasan, supaya kasus yang terjadi di Sekolah Dian Harapan tidak terjadi di sekolah-sekolah lainnya,” sambungnya.
Calvin Castro, Ketua Armak Sulut juga meminta agar pihak Polda segera menuntaskan kasus pelecehan seksual anak usia 4 tahun yang sempat menggegerkan warga Sulut khususnya Manado.
“Bongkar, perbuatan bejat ini tidak bisa dibiarkan. Kalau ada indikasi intervensi pimpinan karena telah menerima uang, kita siap laporkan ke Mabes Polri dan Kompolnas untuk diproses,” kata Calvin Castro.
Hal senada, juga diutarakan Nenny Rahman.
“Ini sangat memiriskan, harusnya sebagai guru mendidik bukan mencabuli. Perbuatan tersebut jelas telah melanggar undang-undang perlindungan anak,” tanggapnya.
Seperti dalam pemberitaan Cybersulutnews.co.id sebelumnya, terbongkarnya perbuatan asusila di sekolah ternama itu ketika korban mengeluh kesakitan pada kemaluannya ketika bermain di rumahnya yang terletak di Kelurahan Malalayang. Mendapat pengeluhan dari korban orang tuanya curiga dan langsung menginterogasi korban.
Mendapat tekanan dari orang tua, korban pun akhirnya mengaku kalau kemaluannya pernah diobok-obok oknum guru yang sering dipanggil Mister.
Korban pun mengaku perbuatan asusila itu dilakukan tersangka di dalam toilet play ground sekolah yang terletak di Kelurahan Ranotana, Kecamatan Malalayang.
Pengakuan dari korban langsung menyulut emosi keluarganya, hingga untuk membuktikan ucapan korban, keluarganya kemudian menuju ke sekolah.
Setibanya di sekolah, korban yang diajak keluarganya langsung ketakutan ketika melihat wajah tersangka yang saat itu berdiri di lapangan bersama guru serta para siswa lainnya.
“Ketika melihat tersangka yang berdiri di lapangan, korbang langsung menangis ketakutan. Perbuatan tersangka sudah lebih dari satu kali karena korban sudah trauma melihat tersangka,” kata salah satu keluarga korban kepada wartawan.
Tak terima dengan perbuatan tersebut, keluarga korban kemudian mendatangi Mapolda Sulut dan melaporkan kejadian tersebut.
Perbuatan cabul itu sendiri dikuatkan dengan visum yang menyebutkan terdapat luka dibagian kelamin korban.
Penyidik langsung lakukan Pengusutan
PENGUSUTAN pun dilakukan penyidik, begitu laporan masuk di meja unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polda Sulut. Melalui pendekatan anak, akhirnya penyidik berhasil mengorek keterangan dari korban.
Penyidik kemudian bergerak cepat dengan menangkap Reonaldo pada Jumat (13/02), untuk menjalani pemeriksaan.
Sayangnya, waktu digelandang ke Polda Sulut penahanan terhadap Reonaldo tidak langsung dilakukan. Diduga pihak sekolah telah memohon penangguhan penahanan.
Sementara, Senin (16/02) bertempat pada salah satu hotel di Manado, pihak SDH lalu menggelar konfrensi pers. Dalam press realese tersebut, disebut bahwa pihak sekolah mendukung 1000% Reonaldo tidak bersalah dengan dalil kerohanian.
Hebatnya lagi, pada hari itu juga telah terjalin pertemuan antara pihak sekolah dengan Kapolda Sulut, Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga.
Meski demikian, tak membuat langkah penyidik untuk memproses hukum perkara ini terhenti. Mengingat, di hari Rabunya penyidik berhasil mengkonfrontir Reonaldo dengan korban.
Kapolda Sulut Brigjen Pol Jimmy P Sinaga, ketika dikonfirmasi melalui Kabid Humasnya, AKBP Wilson Damanik, membenarkan telah ditempuhnya upaya konfrontir oleh penyidik, dan kasus masih dalam pengembangan. (jenglen manolong)



















