Manado – Pasar Lelang Komoditi Agro (PLKA) yang ke-3 di Tahun 2013 mampu menciptakan transaksi sebesar Rp11,3 Miliar.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Sanny Parengkuan mengatakan dari total transaksi capai Rp 11,3 miliar paling banyak didominasi oleh komoditi jagung.
Katanya, dari 16 komoditas yang berhasil dilelang, Jagung menjadi yang terbanyak dalam transaksi tersebut. Salah satu komoditi andalan Sulut ini membukukan transaksi sebesar Rp 7.412.500.000 atau sekitar 65,13 persen dari total transaksi yang ada.
Dalam PLKA kali ini, Jagung berhasil melelang dua jenis komoditinya.
“Pertama, Jagung dengan volume 50 ton berhasil dijual dengan transaksi sebesar Rp 162.500.000 dan kedua, Jagung Hibrida dengan jumlah volume 2.500 ton dengan total transaksi Rp 7.412.500.000,” Kata Parengkuan.
Menurutnya, PLKA ketiga ini sebenarnya diadakan bulan lalu, namun karena masih dalam tahap perbaikan, maka PLKA tersebut dilaksanakan bulan Juli ini. “Memang bulan lalu sengaja tidak dilaksanakan karena kami masih melakukan evaluasi. Agar PLKA ini bisa benar-benar bermanfaat bagi pembeli dan penjual,” tuturnya.
Parengkuan juga mengingatkan kepada para petugas PLKA, untuk lebih rajin dan fokus lagi dalam mencari calon pembeli dan penjual dalam PLKA berikutnya.
“Kalau boleh besok sudah bisa jalan, sehingga bisa terjadi transaksi yang lebih banyak lagi,” ujar Parengkuan.
Pelaksanaan PLKA mendatang, tambahnya bakal berjalan secara efektif. Karena nantinya PLKA akan mengundung perbankan. “Yang pasti dengan persyaratan yang lunak atau bunga ringan, sehingga PLKA berikutnya jadi lebih profesioanl atau lebih hidup lagi,” ungkapnya.
Sementara itu, total transaksi PLKA periode ketiga ini sebesar Rp 11.381.700.000. Komoditi yang diperdagangkan, yaitu beras, cabe rawit, cengkeh, daging ayam, dodol salak, gabah kering panen, gula merah, ikan malalugis, ikan nila, ikan nike, salak biji, telur itik dan udang air tawar.














