Sulut – Giliran pemadaman listrik yang dilakukan pihak PLN Suluttenggo di daerah-daerah Nyiur Melambai disebabkan adanya gangguan pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) Amurang di Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel).
Hal ini dikatakan PH Manager PLTU Amurang, Febri Hartanto kepada Anggota DPRD Sulut komisi IV yang melakukan kunjungan bersama General Manager (GM) PLN Suluttenggo, Baringin Nababan, Senin (05/10/2015) di PLTU Amurang, Minsel.
“Sehubungan dengan adanya gangguan pemadaman listrik di Sulut dan sekitarnya perlu diketahui oleh masyarakat bahwa PLTU Amurang sedang mengalami ganguan kebocoran pipa boiler dan pipa condensator pada tanggal 30 September 2015 pukul 01.20 Wita sehingga unit 1 off sebesar 15 Megawatt dan unit 2 off sebesar 18 Megawatt pada tanggal 01 Oktober 2015 Pukul 00.30 Wita. Untuk perbaikan unit-unit tersebut dibutuhkan waktu 9 hari sehingga bisa beroperasi pada 8 Oktober 2015,” jelas Hartanto.
Katanya lagi, PLTU Amurang sedang membangun bronjong sepajang 400 meter untuk menahan abrasi di pesisir pantai tersebut dengan bekerja sama dengan pemerintah setempat atau Pemkab Minsel.
Sementara itu GM PLN Suluttenggo, Baringin Nababan mengatakan, pertumbuhan ekonomi di Sulut mengalami peningkatan yang begitu baik. Sejalan dengan hal tersebut, perkembangan dan peningkatan kelistrikan d
“Saat ini sedang dilakukan pembangunan atau penambahan pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) III dan IV, yang sedikitnya sudah bisa memenuhi kebutuhan masyarakat Sulut yang mana kapasitas pembangkitnya 2×30 Megawatt sehingga permintaan akan layanan listrik ke masyarakat sudah bisa terpenuhi, walaupun PLN masih terus berupaya membangun tambahan-tambahan pembangkit listrik di wilayah lainnya,” kata Baringin.
Dijelaskan Nababan, penambahan pembangkit listrik PLN tersebut bekerja sama dengan MDT (Mega Daya Tangguh) yang sedang membangun PLTU unit III dan IV. Dimana untuk unit III dengan kapasitas 2x 30 Megawatt akan selesai pada Desember 2016.
“Unit IV diperkirakan selesai pada Februari 2017. Sedang untuk mesin yang digunakan berasal dari Korea dan India,” ucapnya.




















