Manado – Dalam rangka mendukung penguatan daya saing produk industri nasional berbasis kelapa sawit, kelapa, dan kakao, Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Kerajinan dan Batik (BBSPJIKB) Kementerian Perindustrian bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menyelenggarakan Workshop Awareness SNI ISO 9001 dan Sertifikasi Halal selama lima hari, mulai 21 hingga 25 Juli 2025 di Aula BSPJI Manado.
Workshop ini diikuti oleh 30 pelaku industri kecil dan menengah (IKM) dari berbagai sektor, termasuk IKM kerajinan dan batik, makanan dan minuman, sabun, kosmetik, serta produk lainnya yang dalam proses produksinya memanfaatkan produk sawit dan turunannya. Kehadiran peserta yang beragam ini menunjukkan betapa luasnya pemanfaatan komoditas perkebunan dalam sektor UKM.
Acara ini turut dihadiri oleh Kepala BBSPJIKB, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sulawesi Utara, Kepala Bidang Perindustrian Disperindag Kota Manado, Kepala BSPJI Manado, serta Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah BPDP.
“Pada kesempatan ini, kami kembali berkolaborasi dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP), mitra kami sejak tahun 2015, dalam rangka mendukung Promosi Diversifikasi Produk Turunan Kelapa Sawit,” ujar Kepala BBSPJIKB, Jonni Afrizon dalam sambutannya.
Menurutnya, produk sawit dan turunannya memiliki kontribusi besar bagi berbagai sektor industri, mulai dari makanan dan minuman, sabun, kosmetik, hingga kerajinan dan batik.
Sejumlah kerja sama yang telah dilakukan bersama BPDP selama kurang lebih 10 tahun ini antara lain: penelitian dan pengembangan malam batik berbasis sawit, pengembangan pewarna alami dari cangkang sawit, serta pendampingan industri batik dan kerajinan anyaman dari lidi sawit di beberapa daerah, seperti Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan dan Maluku.
“Tahun ini kami melanjutkan kerja sama dengan fokus pada peningkatan kesadaran pelaku industri terhadap pentingnya penerapan standar mutu dan sertifikasi halal. Workshop ini merupakan tahap awal dalam pemahaman SNI ISO 9001,” ungkapnya.
Lebih lanjut dikatakannya, bagi peserta yang ingin melanjutkan ke tahap sertifikasi dapat memanfaatkan layanan BBSPJIKB.
“Untuk sertifikasi halal, tersedia layanan di BBSPJIKB maupun BSPJI Manado. Kami dari Kementerian Perindustrian siap mendampingi dan memberikan dukungan sepenuhnya,” tambah Jonni.
Sementara itu, Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah BPDP, Helmi Muhansyah, menjelaskan, tujuan program ini sesuai Perpres 132 Tahun 2024 adalah meningkatkan citra produk perkebunan.
“Jadi harapan kami pelaku-pelaku UKM yang ada di Sulawesi Utara, khususnya yang terkait dengan komoditas kelapa sawit, kelapa, dan kakao, juga mengenal sistem manajemen mutu SNI.
Kami di BPDP fokus pada penggunaan tiga komoditas tersebut. Khusus untuk produk sawit dan turunannya, hampir semua UKM menggunakannya,” ujarnya.
BPDP menjalankan misi pemerintah dalam pengembangan sawit berkelanjutan melalui penghimpunan, pengembangan, dan penyaluran dana sawit yang terpadu dan tepat guna secara profesional dan akuntabel.
Salah satunya adalah melalui kegiatan workshop yang menyasar pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah. Pada tahun 2023, kegiatan serupa telah diselenggarakan di Jawa Tengah dan Maluku, sementara di tahun 2024, program dilaksanakan di Kalimantan Selatan dan Jawa Timur.
Workshop ini diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat pemahaman teknis dan manajerial UKM serta mendorong adopsi standar mutu dan jaminan halal dalam rangka meningkatkan daya saing produk perkebunan Indonesia di pasar nasional maupun global.

























