Minahasa – Salah satu langkah guna suksesnya Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) di Kabupaten Minahasa 2018 mendatang, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa mendidirkan Rumah Pintar Pemilu dan Fasilitas Pendidikan Pemilih, yang diberi nama dalam bahasa Tondano, “Wale Pawowasan Pemilu”.
Wale Pawowasan Pemili ini diresmikan oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Minahasa Jeffry Robby Korengkeng SH MSi, mewakili Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi, Jumat (24/02), di Kantor KPU Minahasa, kompleks Stadion Maesa Tondano.
Ketua Devisi Anggaran dan Logistik KPU Minahasa Dra Wisye Wilar MSi, mengawali kegiatan ini dengan ucapan selamat datang mengatakan, salah satu tahapan persiapan untuk mewujudkan Pemilu yang diamanatkan Undang-undang dan terlebih untuk meningkatkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu adalah dengan mendirikan Wale Pawowasan Pemilun ini. Dimana ini akan menjadi tempat dimana masyarakat boleh mendapatkan pengetahian soal Pemilu, sapa saja bisa berkunjung ke sini untuk belajar,” ujar Wilar.
Ketu Devisi Sosialisasi, Pendidikan Pemilih dan Sosialisasi KPU Minahasa Kristoforus Ngantung SFils dalam laporannya mengatakan, tempat ini dapat menjadi sarana menumbuh kembangkan wawasan pemilih soal Pemilu.
“Wale Pawowasan Pemilu ini diharap bisa menjadi sarana edukasi masyarakat. Kiranya ini bisa dinikmati masyarakat luas dan dapat berdampak pada meningkatnya partisipasi masyarakat terhadap Pemilu,” ujar Ngantung.
Ketua KPU Minahasa Meidy Y Tinangon SSi MSi dalam sambutanya mengatakan, dalam meningkatkan tingkat partisipasi pemilih dalam Pemilu, yang menurun pada beberapa kali Pemilu terakhir ini, Wale Pawowasan Pemilu diharap bisa berperan penting. Sebab sangat penting partisipasi masyarakat dalam Pemilu untuk suksesnya demokrasi.
“Diakui memang ada penurunan tingkat partisipasi pemilih di beberapa Pemilu terakhir di Minahasa, baik Pilpres, Pileg maupun Pilgub, dan menurut para peneliti memang ada banyak faktor yang mempengaruhi hal itu. Didirikannya Wale Pawowasan Pemilu ini dimaksudkan untuk mendongkrak jumlah partisipasri pemilih. Sehingga, pada Pilbup tahun 2018 mendatang nanti, kita targetkan bisa mencapai 80-85 persen tingkat pemilih atau minimal sama seperti Pilbup periode sebelumnya. Itulah sebabnya pentingnya Wale Pawowasan Pemilu ini,” kata Tinangon
Sementara, Sekda Korengkeng dalam sambutannya mewakil Bupati mengapresiasi program dan kegiatan ini.
“Selaku pemerintah daerah mengapresiasi kegiatan yang dilakukan oleh KPU RI dan diteruskan oleh KPU Minahasa, dimana telah melaksanakan kegiatan pendidikan pemilu serta dirangkaikan dengan peresmian Rumah Pemilu yang dinamakan Wale Pawowasan Pemilu. Ini patut kita syukuri,” kata Korengkeng.
Lanjutnyan, Wale Pawowasan Pemilu ini bisa menjadi sarana untuk memberikan pemahaman serta kesadaran dan inspirasi yang baik bagi pentingnya demokrasi, selain itu rumah pembelajaran ini harus membangun informasi politik yang lebih baik dan lebih bernilai sehingga masyarakata tidak terjabak dalam isu-isu yang tidak baik dalam Pemilu.
“Diharapkan fasilitas ini bisa dimanfaatkan oleh masyarakat dengan baik serta mampu membantu dalam politik yang rasional,” ujarnya.
Sekda Korengkeng kemudian melakukan penanda tanganan prasasti dan pengguntingan pita yang dilanjutkan dengan peninjauan “Wale Pawowasan Pemilu”. Acara kemudian dilanjutkan dengan sosialisasi Pemilu.
Turut hadir dalam acara ini, Ketua Devisi Hukum dan Teknis Penyelenggara Pemilu KPU Minahasa Decky Paseki SH MH, Ketua Devisi Program dan Data KPU Minahasa Lord Arthur Ch Malonda SPd, Sekertaris KPU Minahasa Meidy Ronny Malonda MAP, Pemerhati Pemilu Dr Feri Liando, Forkopimda, Sejumlah Perbankan dan siswa siswi SMA sederajat.(fernando lumanauw)




















