Minahasa – Keluarga korban mengakui bahwa mayat yang ditemukan di Pintu Air PLTA Desa Tonsea Lama Kecamatan Tondano Utara adalah Yanny Yenny Floortje Maweru (48), atau yang akrab disapa Jein, anggota keluarga mereka, warga Perum Asabri Kelurahan Sasaran Lingkungan IV Kecamatan Tondano Utara, yang hilang Senin 10 Agustus dua pekan lalu.
Suami korban Franky Sumanti (48), saat ditemui Cybersulutnews.co.id, Rabu (26/08), saat di kamar mayat RS Sam Ratulangi Tondano menuturkan, dirinya mengenali istrinya ini dari pergelangan tangan kanan korban yang bengkok karena bekas patah tulang beberapa waktu lalu.
“Dia istri saya, karena sebagai suami tentu saya mengenal betul seluk beluk tubuh istri saya dan itu benar dia,” tukas Franky.
Menurut Frangky, selain ciri khas di tubuh korban, dirinya juga mengenali handphone serta kunci kantor yang ada di saku korban dan pakaian terakhir yang dikenakan korban.
“Saya yang sering antar dia ke kantor. Itu baju yang dia kenakan terakhir kali ketika ke kantor dan tak kembali lagi ke rumah,” ujar suami korban dengan isak tangis sembari mengaku bila selama ini tidak ada persoalan apa-apa dalam rumah tangga, baik antara dirinya dengan korban maupun dengan anak-anak.
“Setelah dua minggu pencarian, kami memang sudah pasrah meski tetap berharap dia bisa ditemukan dalam keadaan hidup. Tapi yang sudah terjadi ini kami percaya ada campur tangan Tuhan, meski ditemukan sudah tak bernyawa kami sudah menerima dengan lapang dada,” ujarnya.
Sementara, Jein sendiri tercatat sebagai pegawai di Kantor Pengadilan Negeri Tondano sebagai Kasubbag Keuangan dan juga sebagai pelayan khusus (Pelsus) atau Penatua di kolom VI jemaat GMIM Kanaan Kulo, Kelurahan Sasaran Kecamatan Tondano Utara, serta ibu dari Arva, Alvon dan Alvira.
Hilang 10 Agustus lalu dan informasi sempat terlihat kamera CCTV PN Tondano di hari itu, namun hanya sampai yang bersangkutan keluar dari halaman kantor.
Lepas itu, korban pun sempat terlihat oleh seorang saksi yang masih kerabat dekat korban, berada di simpang empat Kelurahan Wewelen Kecamatan Tondano Utara, atau tepatnya di halaman parkir Toko Indomaret Wewelen, seusai meninggalkan kantor.
Bahkan, keterangan keluarga menyebutkan, pihak keluarga sempat mengecek keesokan harinya di Polda Sulawesi Utara untuk melacak signal handphone korban terakhir digunakan dan didapati bahwa komunikasi terakhir korban berlokasi di depan bangunan lama GMIM Sion Ranowangko Kecamatan Tondano Timur, sekitar pukul 18.00 wita dihari Senin itu, hingga kemudian ditemukan sudah membusuk.(fernando lumanauw)





















