Bitung- Akibat kesulitan mendapatkan Bahan Bakar Minyak bersubsidi, sejumlah nelayan kecil yang tergabung dalam (Himpunan Pengusaha Kecil Nelayan) (HIPKEN) Bitung, mengaadu ke DPRD Bitung, Rabu (08/10).
Kehadiran para pengusaha nelayan tersebut diterima oleh wakil ketua DPRD Kota Bitung, Ir Maurits Mantiri, bersama Kelompok Kerja (Pokja) I dan II, dalam rapat dengar pendapat. Hal ini dilakukan setelahs ebelumnya telah ada pertemuan antara HIPKEN, Bagian Perekonomian pemkot Bitung, dan pemilik SPBU Kadoodan pada tanggal 06 September 2014 lalu yang membahas permintaan kenaikan jatah penerima BBM jenis premium untuk perahu pajeko dari 50 liter per hari menjadi 200 liter per hari.
Hal ini menurut ketua HIPKEN Kota Bitung, Djefrie Sagune perlu karena sulitnya para pemilik pajeko jika hanya diberikan jatah 50 liter perhari.
”Jumlah tersebut jelas tidak mencukupi kebutuhan di pajeko,” kata Sagune.
Sementara dari pihak SPBU yang di wakili oleh Yudi Walone dan Mochtar Sowikromo, setiap harinya SPBU mereka memiliki sisa BBM sekitar 3.000 liter perhari, dan hal ini dinilai bisa diperuntukan bagi para pengusaha pajeko.
“Tapi masalahnya kami hanya bisa memberikan jatah kepada mereka 50 liter perhari saja,” ujar Walone.
Setelah dilakukan dialog, rapat dengar pendapat yang dipimpin oleh wakil ketua Pokja 2, Anthonius Supit bersama sejumlah anggota DPRD tersebut, oleh dewan menyataan menyetujui untuk menaikan jatah untuk perahu pajeko dari 50 Liter perhari menjadi 200 liter perhari. Hal tersebut disambut baik pihak HIPKEN.
“Ini menyangkut kepentingan nelayan. Jadi harus diberi perhatian khusus,” kata Supit. (hezky)




















