
Manado – Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) mengekspor kopra sebanyak 5.000 ton ke Korea Selatan (Korsel).
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sulut, Olvie Atteng mengatakan kopra sebanyak 5.000 ton tersebut mampu menghasilkan devisa bagi daerah sebesar US$1.062.500.
“Ekspor kopra ke Korea Selatan merupakan peluang bagi petani Sulut karena sebagian besar petani di daerah ini memproduksi kopra,” katanya.
Katanya, kopra merupakan produk turunan kelapa yang banyak dihasilkan petani, karena memang lebih mudah cara pengolahannya, karena itu produksi kopra daerah ini cukup tinggi.
Katanya, Korea Selatan merupakan negara potensial pasar kopra Sulut, selain Filipina dan Vietnam.
“Kopra diolah menjadi berbagai produk, termasuk minyak goreng, dan komoditas pangan lainnya, karena itu menjadi incaran pembeli luar negeri termasuk dari Korsel,” ungkapnya.
Sulut sendiri, ditambahkannya, dikenal sebagai salah satu daerah penghasil kopra terbesar di Indonesia, sebagian besar diolah menjadi minyak kelapa kasar atau crude coconut oil(CCO), tetapi sebagian kecil diekspor dalam bentuk bahan mentah, kopra.
Diketahui, harga kopra di tingkat petani Sulut saat ini berkisar Rp6.100 per kilogram(Kg), harga tersebut diharapkan akan terus naik.(Nancy)





















