
Manado – Pelaksanaan WCRC di Manado telah membuat Sulawesi Utara dan khususnya Kota Manado semakin dikenal dunia. Terlebih ketika pelaksanaan WCRC ini berlangsung dengan sukses, akan memberikan multyplayer effect terhadap kegiatan perekonomian masyarakat yaitu mampu meningkatkan kinerja sektor pariwisata dan industri lainnya sebagai pendukung seperti destinasi pariwisata, industry kecil menengah, perdagangan, perhotelan, restoran dan transportasi, juga berpengaruh terhadap perbankan dan manufactur.
Sektor tersebut memiliki keterikatan erat satu dengan yang lain.Berkembangnya sektor pariwisata, dalam arti meningkatnya kunjungan wisatawan pada suatu daerah dan memberikan peluang dikenalnya produk-produk unggulan daerah, yang pada akhirnya dapat meningkatkan perdagangan serta masuknya investasi. Begitu pula sebaliknya, meningkatnya perdagangan atau investasi memberikan peluang meningkatnya sektor pariwisata.
Lebih lanjut menurut Sarundajang, WCRC ini merupakan kelanjutan dari sukses pelaksanaan acara-acara internasional sebelumnya , seperti World Ocean Conference (WOC) dan Coral Triangle Initiative Summit (CTI Summit), serta Sail Bunaken pada 2009 lalu. Demikian juga pelaksanaan ARF Direx (2011).
Hal ini merupakan bukti dari kemampuan dan peranan Sulut dengan dukungan pemerintah pusat untuk melaksanakan acara-acara berskala global, dengan berbagai persiapan-persiapan dan upaya strategi diplomasi menembus pentas lokal, nasional dan internasional.
Kesuksesan pelaksanaan acara internasional ini pun telah memberikan implikasi trust and regocnition (kepercayaan dan penghargaan) internasional atas prestasi Sulut dan Indonesia secara keseluruhan, dan mampu menjadi momentum strategis untuk perkembangan dan kemajuan Sulawesi Utara ke depan dalam mewujudkan Sulut sebagai salah satu pintu gerbang Indonesia di Asia Pasifik.
Disamping itu, even-even internasional yang dilakukan di Sulut telah membawa angin perubahan terhadap iklim berinvestasi yang pada gilirannya mampu meningkatkan aktivitas ekonomi masyarakat dan mampu menyerap tenaga kerja lokal. Karena secara kasat mata dapat dilihat dari perkembangan Sulawesi Utara secara keseluruhan dan Kota Manado pada khususnya, yang termasuk daerah yang dengan pertumbuhan tercepat dengan pusat-pusat bisnisnya yang semakin menggeliat.
Kita semua berharap bahwa dengan kerja keras dan inovasi tiada henti maka cita-cita seluruh masyarakat Sulawesi Utara, dalam rangka mewujudkan Sulut sebagai pusat pertumbuhan ekonomi di Kawasan Timur Indonesia dan Pintu Gerbang Indonesia di Kawasan Asia Pasifik dapat segera diwujudkan, pungkas Sarundajang.
Pakar Kelautan dan Perikanan Prof DR Charles Keppel menyatakan bahwa Pelaksanaan WCRC di Manado Sulawesi Utara telah mampu meningkatkan aktifitas perekonomian Sulawesi Utara dengan meningkatnya hunian hotel, sewa kendaraan, pengunjung restoran, penjualan souvenir yang secara tidak langsung meningkatkan pendapatan petani dan nelayan serta masyarakat.
Kemudian para pengambil kebijakan yaitu pemerintah dan pemimpin organisasi internasional akan lebih memahami peran dan fungsi terumbu karang bagi perairan dan kehidupan umat manusia, oleh karena itu kedepan harus diupayakan bahwa Komunike Manado dapat ditingkatkan untuk disepakati secara internasional melalui keputusan PBB, karena jika Komunike Manado ditetapkan secara internasional, maka akan membuat nama Manado Sulawesi Utara lebih dikenal dunia.
Lebih lanjut Prof Charles mengemukakan bahwa perlu terus adanya upaya-upaya menyangkut pengendalian perusakan, penyelamatan dan rehabilitasi terumbu karang melalui metode dan teknologi terkini yang ramah lingkungan seperti penggunaan reef ball dan peningkatan jumlah dan luas areal kawasan-kawasan konservasi yang telah ditetapkan pemerintah.
Sementara itu Pakar Ekonomi Sulawesi Utara DR Vecky Masinambouw menyatakan bahwa Pelaksanaan WCRC ini membuat mata dunia tertuju ke Manado Sulawesi Utara karena kegiatan yang dilakukan menyangkut masalah yang hangat dibahas yaitu penyelamatan lingkungan hidup, karena dari sisi ekonomi dalam perdagangan internsional ‘green produck’ akan menjadi suatu syarat transaksi perdagangan tersebut bisa dilaksanakan.
“Diharapkan ketika even ini terlaksana melalui forum bisnisnya, maka akan terjadi transaksi perdagangan luar negeri yang membuat ekonomi Sulawesi utara semakin bergairah, di satu sisi iven-iven internasional yang dilaksanakan di Sulawesi Utara akan semakin memantapkan penetapan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) karena akan semakin membuka peluang investasi dan meningkatkan perekonomian daerah,” harapnya.



















