Minut – Di kepulauan dan pesisir Minut akan dipenuhi dengan menempatkan guru-guru berstatus honda K2. Hal itu disampaikan Kadisdikpora Minut Max Tapada.
“Kami akan coba tanggulangi lewat guru K2 walau saat ini di Kecamatan Wori ada 261 guru,” kata Tapada, kepada awak Media.
Dijelaskan Tapada, analisis kebutuhan guru berdasarkan SKB 5 menteri hanya memperhitungkan kebutuhan guru di sekolah-sekolah negeri dan sebaliknya kebutuhan untuk sekolah swasta tak dihitung. Sehingga berdasarkan analisis itu, Minut dianggap kelebihan guru. Padahal sebenarnya masih kurang.
“Dan kekurangan guru sebenarnya bukan hanya di Kecamatan Wori melainkan juga merata di kecamatan lainnya. Malah di Kecamatan Kema, kekurangan guru lebih parah,” ujar Tapada.
Ia mengungkapkan para guru di pesisir dan kepulauan mendapat tunjangan tambahan penghasilan (TTP) sebesar Rp 2 juta.
“Sebenarnya banyak yang suka mengajar di pulau. Sebab selain mendapat gaji dan tunjangan sertifikasi, para guru di sana juga mendapat TTP Rp 2 juta,” pungkas Tapada.
Sebelumnya Ketua DPRD Berty Kapojos mengungkapkan, berdasarkan Musrenbang Kecamatan Wori diketahui sekolah-sekolah di daerah kepulauan banyak kekurangan guru dan juga perpustakaan sekolah.
“Itu yang kami temukan dalam Musrenbang silam,”ujar Kapojos.(ecagops)






















