Tomohon – Setelah beberapa Kabupaten/Kota di Wilayah Sulut, kali ini Tim penilai (WTN) Wahana Tata Nugraha dari Kementerian Perhubungan RI menggelar pemaparan hasil pemeriksaan lapangan yang berkaitan dengan perhubungan t ranspotasi di Kota Tomohon. Kegiatan ini dilaksanakan di aula kantor Walikota Jumat (08/05/2015). Sebelumnya tim penilai melakukan pemantauan sekaligus penilaian hampir diseluruh wilayah yang ada di Tomohon. Diketahui tahun ini kisaran 170 Kabupaten/Kota di Indonesia masuk dalam penilaian berkaitan dengan program tersebut.
Dalam pertemuan, Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak yang diwakili Sekretaris Kota DR Drs Arnold Poli SH MAP, mengatakan upaya pemerintah Kota Tomohon dalam memberikan pelayanan yang terbaik kepada masyarakat dalam bidang perhubungan adalah dengan membenahi dan meningkatkan akses-akses jalan serta trotoar yang dipergunakan guna kepentingan umum, baik kendaraan bermotor maupun pengguna jalan lainnya/pejalan kaki.
“Dengan adanya program WTN, besar harapan bahkan kerinduan masyarakat Kota Tomohon agar melalui kegiatan ini maka secara kongkrit ada perhatian khusus dari pemerintah pusat dalam upaya bersama membangun dan menata transpotasi publik di Kota Tomohon ke arah yang senatiasa maju berkembang, ungkap Poli. Diharapkan pula prestari WTN yang telah diraih Pemerintah dan masyarakat Kota Tomohon pada Tahun 2013 hingga 2014 lalu, akan berhasil diraih pada tahun ini,” kata Poli.
Selebihnya kata Poli pencapaian perstasi tentunya tidak lepas dari peran dan komitmen pemerintah dan masyarakat secara bersinergi untuk mempertahankan budaya sadar berlalulintas dalam mewujudkan penyelenggaraan transportasi perkotaan yang selamat, tertib, lancar, efisien, handal dan berkelanjutan.
Disisi lain Kadis Perhubungan Komunikasi dan Informatika Kota Tomohon Steven Waworuntu SSTP menuturkan dengan kesuksesan yang pernah diraih dalam penilaian WTN pada tahun sebelumnya akan menjadi motivasi semua untuk mempertahankannya,
“Saya berharap selain melaksanakan penilaian, para tim penilai berkenan memberikan saran, masukan sehingga perwujudan pembangunan Kota Tomohon di sektor perhubungan akan dapat semakin baik dan memberikan manfaat yang lebih besar kepada masyarakat Kota Tomohon secara menyeluruh,” ujar Waworuntu.
Sebelumnya Tim penilai yang diwakili oleh Kepala Seksi Angkutan Perkotaan Direktorat Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub Felix Iryantomo memaparkan maksud dari program WTN ini adalah bersifat pembinaan bagaimana menyelenggarakan transportasi-lalulintas agar
dapat berjalan dengan baik, yang pada dasarnya mengutamakan pada faktor keselamatan.
Berkaitan dengan perhubungan transportasi di Kota Tomohon kondisinya sudah baik.
“Sudah banyak mobil angkutan umum yang telah dilakukan peremajaan, terlihat mobilnya sudah
ada yang diganti baru, bahkan banyak mobil tua yang sudah diperbaiki kondisinya, katanya lagi. “disisi lain kata dia untuk jalan provinsi dan jalan kota kondisinya mulus, trotoar pada umumnya baik walaupun ada beberapa titik yang perlu diperbaiki demikian dengan halte-halte di pinggiran jalan utama, dan untuk kondisi mobil angkutan antar Kota/Daerah, serta angkutan dalam Kota pada umumnya atribut trayeksudah baik,” kata Iryantmo.
Disela pemaparannya kepada Pihak Pemerintah Kota Tomohon Iryantomo mengusulkan khusus wilayah pusat Kota Tomohon sebaiknya diadakan tempat khusus untuk parkiran kendaraan agar tempat pusat perekonomian tersebut tidak terganggu dan berjalan lancar.
Kesempatan tersebut juga dilaksanakan penyerahan hasil kunjungan-pemantauan oleh Tim penilai kepada pihak Pemkot Tomohon yang diterima oleh Sekretaris Daerah Kota Tomohon.
Turut hadir unsur Tim penilai Kementerian Perhubungan, unsur Tim dari Provinsi Sulut, Kapolres Tomohon AKBP Monang Simanjuntak SIK, perwakilan Dandim 1302 Minahasa, Anggota Komisi II DPRD Kota Tomohon Frets Keles ST, Ketua Organda Kota Tomohon Roy Korengkeng dan Jajaran Pemkot. (maria)




















