Tomohon – Sebagai kota penghasil panas bumi dan lumbung energi di Sulawesi Utara maka Kota Tomohon melaksanakan Festival panas bumi perdana di Indonesia (The First Indonesian Geothermal Festival) yang akan menghentak pada tanggal 6-7 Agustus 2015 di lokasi wisata Danau Linow dan Museum Panas Bumi Kelurahan Lahendong kecamatan Tomohon Selatan.
Selanjutnya rangkaian acara pada hari pertama dalam festival panas
bumi ini akan akan diisi dengan beberapa kegiatan seperti pertunjukan
seni budaya cakalele, Marching Band dan Paduan Suara. Ada juga dialog yang bertajuk: Panas Bumi untuk Sulawesi Utara yang akan
ditangani Pertamina, PT PLN, Unsrat, Unima bersama Pemerintah Kota
Tomohon, dan dilanjutkan dengan wisata panas bumi.
Begitu juga akan dilaksanakan pula pameran Geothermal yang menampilkan semua potensidan keunggulan energy panas bumi yang ada di Sulawesi Utara dan daerahlainnya.
Pada hari kedua akan diisi dengan penjelasan tentang pengembangan taman pendidikan panas bumi Lahendong dilanjutkan dengan arahan dari Gubernur Sulawesi Utara dengan penandatanganan kerjasama dengan dutabesar Selandia Baru yaitu MOU dalam pengembangan energy panas bumi diSulawesi Utara.
“Nanti qkan ada pelaksanaan soft opening (pembukaan perdana)Taman Pendidikan Panas Bumi Lahendong oleh rektor UGM dan Walikota Tomohon Jimmy F Eman SE Ak. Dilanjutkan dengan pertunjukan tari-tarian dan kegiatan perjalanan
wisata dengan dengan para diplomat dalam rangkaian kegiatan Tomohon International Flower Festival 2015 serta display pameran foto-fotopanas bumi berupa aktivitas pemanfaatan panas bumi, interaksi antara manusia dengan keindahan alam panas bumi oleh para siswa,” kata Kabag Humas dan Protokol Herry F F Lantang SSTP.
Seiring dengan pelaksanaan festival geothermal Dr Pri Utami dari
Universitas Gajah Mada yang menyampaikan tentang festival panas bumi yang pertama kalinya dilaksanakan di Indonesia dengan Kota Tomohon sebagai Tuan Rumah, hal ini merupakan suatu kebanggaan.
“Untuk jangka panjang manfaat taman pendidikan geothermal dan wisata panas bumi dapat menjadi arena pendidikan bukan sekedar destinasi wisata saja tetapi manfaatnya sangat besar. Selanjutnya cakupan presentasi yang diharapkan dari pendirian taman
panas bumi lahendong yaitu taman pendidikan panas bumi, roadmap jangka panjang, jadwal kegiatan dan capaian tujuan jangka pendek, garis besar kegiatan dan sinergi dengn aktivitas para pemangku kepentingan. Rangkaian kegiatan ini akan dilanjutkan dengan karnaval Bhinneka Tunggal Ika bertema “Geothermal for Indonesia,” jelas Utami. (maria)




















