Usung Tema “The Year of Changing”, Pelayan Injil GSJA Sulawesi Utara dan Gorontalo Gelar Natal Bersama

natal-bersama-pi-gsja-1

Tomohon – Para Pelayan Injil atau Pendeta Gereja Sidang-sidang Jemaat Allah (GSJA) Daerah I-II Sulawesi Utara dan Gorontalo, menggelar perayaan pra Natal Bersama, bertempat di Aula STT Parakletos Tomohon, Kamis (01/12), mulai pukul 14.00 Wita.

Perayaan Natal yang mengangkat tema “The Year of Changing” ini, dipimpin Sekretaris Umum Badan Pengurus Pusat GSJA di Indonesia Pdt Stefano Indra Bramono, yang diawali dengan nyanyian-nyanyian pujian serta pemasangan lilin Natal sebagai simbol terang Kristus telah datang ke dunia.

Pdt Stefano pada inti khotbahnya yang terambil dalam Kitab Lukas 1:26-28 dan diberi tema renungan “Tidak Mustahil” mengatakan, ada banyak realitas yang dialami manusia di dalam dunia ini. Diantaranya, realitas umum dimana jabatan sebagai Pelayan Injil atau Pendeta adalah sebuah profesi pelayanan dan diperhadapkan pada realitas sekuler dan semacamnya yang bersifat umum. Selanjutnya, realitas religius atau kerohanian yang didalamnya berbicara hal-hal yang rohani secara spiritual. Kedua realitas ini kadang dipertentangkan dimana persoalan ‘tidak mustahil’ kadang tak diterima sebagian banyak orang.

“Dalam teks ini Maria tidak percaya dengan apa yang dikatakan malaikat. Suatu kemustahilan muncul dihati manusia ketika Tuhan berbicara soal realitas religi,” katanya.

“Padahal, Tuhan selalu turun tangan dengan suatu konsep yang ajaib. Ajaib ketika dia membuat Maria bisa mengandung, mengubah mustahil menjadi tidak mustahil. Pada waktu manusia memilih tidak percaya kepada Tuhan didalam hatinya, Tuhan bertindak. Ada satu kisah dimana Tuhan mengangkat Abraham sebagai bapa segala orang percaya, yang kisahnya hampir mirip dimana Abraham mustahil memiliki keturunan karena faktor usia, tapi Allah menyatakannya menjadi tidak mustahil,” ujarnya.

“Mujizat itu masih terjadi hingga saat ini, konsep Allah mengubah hal mustahil menjadi mungkin ini masih terjadi hingga saat ini dan kita harus percaya akan hal itu, dimana kita pun dapat melakukannya,” pungkasnya di akhir khotbah.

Sementara, Ketua Badan Pengurus Daerah I Sulut Pdt Albert Timbuleng dalam sambutan pesan Natal-nya berpesan, Pelayan Injil harus menjadi contoh yang benar-benar menyenangkan Yesus saat merayakan Natal.

“Perayaan Natal yang heboh kerap lebih diutamakan daripada Yesus yang adalah pusat perayaannya. Kita kadang tidak menyenangkan Tuhan di perayaan Natal Yesus Kristus dengan kerap berpesta pora,” ujar Pdt Timbuleng.

Lanjut dikataknnya, dalam merayakan Natal usahakan Pelayan Injil dapat menimbah berkat Tuhan sedalam-dalamnya, dengan memaknai benar-benar pesan rohani dari Natal itu sendiri agar tahun-tahun berjalan senantiasa terus diberkati dalam pelayanan.

“Usahakan kita Pelayan Injil pada perayaan Natal ini dapat mengambil contoh kecil dari Yesus Kristus yang penuh dengan kerendahan hati serta penuh kesederhanaan. Natal juga harus menjadi momentum bagi Pelayan Injil untuk saling merendahkan hati dalam melayani Tuhan sebagai agar semua Visi dan Misi kita bisa terealisasi dengan baik,” pungkasnya.

Sebelum ibadah dimulai, Ketua Panitia Pelaksana Pdt Teddy Kowureng STh mengatakan, tahun ini sebagai pelaksana kegiatan adalah Departemen Misi GSJA Daerah II Sulut dan Gorontalo, dan penekanannya pada felowship atau kebersamaan.

“Kegiatan ini agenda daerah dimana Daerah II Sulut dan Gorontalo menjadi tuan rumah,” tukasnya.

Natal bersama Pelayan Injil GSJA Sulawesi Utara dan Gorontalo ini turut dihadiri Ketua BPD GSJA Daerah II dan Gorontalo Pdt Franky Pantouw STh dan jajaran pengurus BPD Daerah II Sulut dan Gorontalo, juga jajaran pengurus BPD Daerah I Sulut, serta seluruh Pelayan Injil di Sulawesi Utara dan Gorontalo. Acara kemudian diakhiri dengan ucapan terima kasih oleh Pdt Franky Pantouw.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan

News Feed