Pelayanan Publik di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Discapilduk) terus menuai sorotan dari warga Kota Bitung, yang melakukan pengurusan administrasi kependudukan, Jumat (30/5).
“Saya sudah sejak hari Senin bolak-balik ke Kantor Discapilduk untuk mengambil kartu tanda pengenal (KTP) namun tak kunjung diberikan, alasannya belum ada tanda tangan kadis dan kadis tidak berada di kantor,” keluh Maria Abagus warga Madidir. Lanjut wanita paruh baya ini, atas pelayanan yang tak bagus dirinya harus kembali dengan tangan hampa tanpa membawa KTP nya.
“Nanti kembali Senin saja, capek kalau cara-cara seperti ini,” tukasnya. Hal yang sama juga dirasakan oleh Astuti seorang pegawai yang hendak melakukan pengurusan KTP untuk cuti. “Ada berkas cuti harus menyertakan KTP namun sejak diurus hampir dua pekan tak kunjung memperolehnya,” keluh Astuti. Dirinya pun sudah bolak-balok untuk mengecek KTP-nya namun tak kunjung beres. “Alasannya belum ada tanda tangan Kadis,” tandasnya.
Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Bitung melalui Sekretaris Alberth Kukus menjelaskan ketidakhadiran kadis di kantor karena ada urusan kedinasan di Kota Bitung. “Mengenai pelayanan yang diperlambat dan harus mengeluarkan uang agar cepat itu tidak ada,” kata Kukus.
Menurutnya, dalam proses penyelesaian ada tahapan. Kalau berkas lengkap sesuai standar operasi 3 hari sudah bisa selesai dan kalau memang setelah verifikasi data masih kurang harus dilengkapi persyaratannya. “Pembuatan KTP harus ada syarat harus ada Kartu Keluarga dan pengantar dari Kelurahan, kalau memang menyulitkan bagi masyarakat kami harus tindak karena pelayanan kami harus memenuhi standar tidak ada bayar semua gratis,” tegasnya.
Dia pun membela sang kadis dengan menjelaskan KTP yang belum diterima warga tinggal menunggu tanda tangan. “Mengenai waktu dua minggu warga belum terima KTP-nya tidak seperti itu karena kadis masuk-masuk terus sebelum tugas luar dan kami tidak pernah abaikan tugas kami,” sebutnya.
Kukus tak menampik di meja kerja kadis bertumpuk KTP dan berkas kependudukan lainnya milik warga yang tinggal ditandatangani. “Ini dikarenakan selama seminggu kegiatan bapak kadis full sehingga terjadi penumpukan penandatangan dan lainnya sehingga kami berupaya keluarkan surat keterangan kepada warga dengan keterangan masih dalam proses pengurusan agar memudahkan masyarakat melakukan pengurusan lainnya,” tukasnya. (**)
Warga Bitung Mengeluh Kesulitan Urus KTP























