
Minahasa – Sejumlah warga mengeluhkan kondisi drainase yang ada di pertigaan Kelurahan Luaan Kecamatan Tondano Timur, tepatnya di depan eks kantor Sekretariat Daerah Minahasa.
Pasalnya, sejak beberapa Tahun terakhir, lokasi tersebut kerap banjir dan air menggenangi jalan raya, bila musim penghujan tiba. Padahal, jarak lokasi tersebut dengan sungai cukup dekat, namun herannya air tak bisa mengalir, diduga tersumbat.
Fina dan Lydia, warga Luaan mengeluhkan, air yang tak mengalir sebagai mana mestinya tersebut justru menggenangi halaman bahkan masuk ke dalam rumah mereka, tak tanggung-tanggung, air tersebut baru surut satu hingga dua pekan kedepan.
Merekapun menuding, pihak terkait seperti Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa melalui Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Minahasa, tidak responsif.
“Kami menilai Pemkab Minahasa melalui instansi teknis terkait tidak pekah untuk melakukan peremajaan drainase dan justru terkesan acuh tak acuh, karena ini kan sudah berlangsung cukup lama,” ujar keduanya.
Sementara, Kepala Dinas PU Minahasa, Ir John Kussoy MT, ketika dikonfirmasi CSN, Selasa (18/02) mengatakan, pihaknya telah memeriksa penyebab tak maksimalnya drainase di pertigaan Luaan tersebut, dan didapati banyaknya saluran pipa PDAM Minahasa yang menghalangi jalan air di drainase.
“Di dalam saluran tersebut banyak pipa saluran air PDAM yang tak beraturan, sehingga sampah tersangkut pada pipa dan menyebabkan saluran tersumbat,” terang Kussoy.
Kussoy pun menjelaskan jalan tersebut masuk jalan nasional, sehingga perbaikannya tidak masuk anggaran daerah, selain itu bila melakukan pembongkaran jalan untuk perbaikan, masalah lain akan muncul yakni akan diputus semua saluran air milik PDAM yang ada di drainase tersebut.
“Kami akan bicarakan dengan Provinsi dan PDAM, bagaimana jalan keluar untuk masalah itu. Karena persolan ini melibatkan beberapa instansi terkait, selain itu berdampak pada kebutuhan air bersih warga yang akan dirusak,” ujarnya.(fernando lumanauw)




















