
Tomohon – Masyarakat Kelurahan Tinoor I dan II, Kecamatan Tomohon Utara mendesak pemerintah untuk segera memperbaiki dan memperlebar akses jalan yang ada di wilayahnya. Sebab, selain sudah rusak, kondisi jalan juga sudah tak memadai dilewati karena sangat sempit.
“Jika kendaraan banyak yang lewat disini, yah beginilah jadinya. Pasti macet, karena sangat sempit, tidak cukup lagi untuk dilalui banyak kendaraan, apalagi jika ada yang berpapasan dari dua arah berlawanan,” keluh Jhony Mamangkey, warga Kelurahan Tinoor II.
Pasca ditutupnya jalan utama Manado-Tomohon setelah diterjang bencana longsor Rabu (15/1) silam yang mengakibatkan 2 titik di Km 13 dan 16 putus, jalan di perkampungan Tinoor hingga di perbatasan Warembungan kini menjadi akses jalan utama yang digunakan masyarakat untuk ke Manado, maupun Tomohon atau daerah lainnya.
Kendati hanya diperuntukkan bagi kendaraan roda dua untuk ke Manado atau sebaliknya ke Tomohon, serta roda empat untuk ke Tomohon, namun banyak juga kendaraan roda empat yang menerobos ke Manado dengan beragam alasan, hingga menyebabkan jalanan mengalami macet parah.
“Jika tak segera diantisipasi pemerintah dengan melakukan perbaikan dan pelebaran, saya khawatir akan membahayakan masyarakat. Sebab, disini sangat banyak anak-anak yang lalu lalang. Jika ditambah dengan padatnya kendaraan, maka tak menutup kemungkinan bisa memicu terjadinya kecelakaan lalu lintas yang dapat menyebabkan jatuhnya korban jiwa,” ungkapnya.
Saat ini untuk perbaikan jalan di Tinoor hingga ke Warembungan, masih dilakukan secara spontan oleh masyarakat setempat. Mereka menimbun jalan berlubang dengan material tanah dan batu seadanya, sehingga terasa lebih enak untuk dilalui. “Beruntung memang masyarakat disini sangat sadar untuk ikut membantu memperbaiki jalan, meski hanya spontan dengan menggunakan material dan peralatan seadanya, tapi jalan sudah tampak lebih baik dari sebelumnya. Makanya, diharapkan sikap cepat pemerintah untuk memperbaiki,” tuturnya.
Arnold Poli, Sekretaris Kota Tomohon menjelaskan perbaikan jalan di Tinoor hingga ke Warembungan memang menjadi prioritas pemerintah pada tahun 2014 ini, sebab menjadi akses jalan alternatif terbaik untuk sementara ini, setelah jalan utama Manado-Tomohon ditutup.
“Pemerintah sangat memahami dengan persoalan yang dihadapi masyarakat, setelah jalan utama ditutup. Makanya, pelebaran jalan disana akan segera dilakukan, tapi setelah proses tender tuntas dilaksanakan,” ujarnya.
Pemerintah kata dia tak mungkin memperbaiki jalan kendati anggaran dalam APBD sudah tertata, sementara proses tender belum rampung, sebab bisa menjadi temuan dan berdampak pada masalah hukum.
“Jadi, diharapkan dukungan dan kesabaran dari masyarakat, jalan tersebut pasti akan dibangun lebih memadai, minimal selesai sebelum pelaksanaan sidang Sinode GMIM mulai 24-28 Maret, agar dapat dilalui dengan baik oleh semua masyarakat. Tak ada lagi kemacetan, atau membahayakan pengguna jalan lainnya,” tukasnya. (Maria Wolajan)




















