Waspada, Minahasa Daerah Endemik Rabies

Kepala Dinkes Minahasa, dr Yuliana Kaunang
Kepala Dinkes Minahasa, dr Yuliana Kaunang

Minahasa – Masyarakat di Kabupaten Minahasa perlu waspada terhadap penyakit rabies. Pasalnya, Kabupaten Minahasa merupakan salah satu daerah endemik rabies di Sulawesi Utara, dengan jumlah kasus yang cukup tinggi tiap Tahun.

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Minahasa, dr Yuliana Kaunang, ketika ditemui CSN, Senin (02/06) mengatakan, tingginya kasus rabies dikarenakan banyaknya populasi anjing dihampir semua desa.

“Minahasa merupakan daerah endemik rabies. Penyakit akibat gigitan anjing ini cukup tinggi di Minahasa, sehingga butuh pencegahan dini dari masyarakat dan tetap waspada,” ujar Kaunang.

Menurut Kaunang, dalam pencegahannya, butuh keterlibatan aktif masyarakat dan stakeholder terkait di Kabupaten Minahasa. Kasus ini tidak bisa hanya dikerjakan Dinkes saja, melainkan harus ada pelayanan lintas sektor seperti peran aktif Dinas Peternakan.

“Populasinya sangat banyak sehingga perlu ada perhatian khusus. Misalnya dari pemerintah Desa membuat peraturan Desa yang mengatur tentang ternak anjing agar tidak berkeliaran, atau apa saja agar pencegahan dini itu benar-benar terlihat. Selain itu, instansi terkait seperti Dinas Peternakan harus aktif memberikan suntikan atau vaksin dan masyarakat harus bersedia ternak anjingnya di vaksin,” kata Kaunang mencontohkan.

Dikatakan Kaunang lagi, bila ada warga yang terlanjur digigit anjing, sebaiknya segera membersihkan luka gigitan dan segera ke dokter.

“Penanganan awalnya yakni dengan cara mencuci dengan air dan sabun bagian yang terkena gigitan selama 10-15 menit pada air mengalir, kemudian anjing yang menggigit di observasi selama 14 hari dan segera konsultasi dengan dokter untuk mendapat pengobatan,” terang Kaunang.

Sementara, data di Tahun 2013 lalu, terjadi 499 kasus gigitan anjing, 256 kasus diantara disuntik anti rabies, sedangkan tujuh orang diantaranya meninggal dunia. Tahun 2014 ini, sudah 188 kasus hingga akhir Mei lalu, dengan korban satu orang meninggal dunia.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan