Manado – Pemberitaan atau pencitraan Walikota Manado, GS Vicky Lumentut di media cetak maupun media elektronik mendapat sorotan dari masyarakat.
Sejumlah pihak menuding bagian Hubungan Masyarakat (Humas) Pemkot Manado dituding pilih kasih soal banyaknya pencitraan lebih banyak mengangkat pencitraan seorang Walikota Lumentut. Padahal selama ini pemerintahan Kota Manado juga dipimpin seorang Wakil Walikota Harley Mangindaan yang turut menjalankan roda pemerintahan bersama Lumentut.
“Itu bagian Humas Pemkot itu cuma selalu buat pencitraannya walikota, sedangkan wakil walikota jarang. Di media massa sering saya baca yang diangkat namanya hanya walikota sedangkan wawali jarang atau mungkin hanya sedikit. Tidak berimbang,” kata sumber kepada Cybersulutnews.co.id.
Padahal ia menilai, Mangindaan malah yang sering blusukan ke warga sampai di bawah. Turun sampai ke masyarakat kecil, dan itu jarang diangkat bagian Humas Pemkot Manado.
Ia pun mengatakan kalau Kabag Humas Pemkot Manado yang dinahkodai Franky Mocodompis tidak adil.
“Memang tidak adil. Seharusnya bagian humas yang mempunyai tugas untuk mempublikasi dan mensosialisasikan kegiatan Pemkot Manado harus seimbang. Masa -kan cuma walikota-walikota saja. Terus wawalinya mana,” tutur sumber ini lagi.
Menanggapi hal itu, Kabag Humas Pemkot Manado, Franky Mocodompis membantah apa yang dikatakan sumber. Menurutnya selama memberikan berita kepada wartawan, Humas Pemkot Manado selalu seimbang.
“Kalau memang itu kegiatan walikota, ya sosialisasinya walikota. kalau wawali, ya wawali. Kami memberitakan yang berkegiatan. Apa yang dikatakan tidak benar,” jawabnya ketika dikonfirmasi Cybersulutnews.co.id, Jumat (10/10) siang di ruang kerjanya.
Ia juga mengungkapkan, selama memberikan pemberitaan kepada wartawan pihak Humas selalu menyamakan antara walikota dan wakil walikota, mereka tidak pernah mengistimewakan antara walikota dan wakil.
“Selama ini di Humas kita kelola sama antara walikota dan wakil. Jadi tidak ada pilih-pilih. Kalau ada pernyataan soal pengutamaan, ya jelas walikota yang kita utamakan, tapi pengutamaan itu kita atur sesuai dengan proporsi jabatan,” tuturnya.
Kepada Cybersulutnews.co.id, Mocodompis juga mengatakan, masyarakat yang menyebut bahwa ada perbedaan pencitraan antara walikota dan wakil walikota mereka adalah provokator. “Yang bilang itu bisa kita sebut provokator,” tutupnya dengan nada tinggi.(jenglen manolong)


























