Dua Gadis Kost di Manado Dirampok Empat Pemuda Bersenjata Tajam

Manado – Keamanan Kota Manado kian miris saja. Pasalnya dua gadis yang sehari-hari bekerja di cafe atau pub menjadi sasaran para perampok bersenjata tajam yang rata-rata diperkirakan berusia 20-an, pada Rabu (24/12) sekitar pukul 3.50 Wita di Malalayang, Kota Manado saat pulang ke kost mereka.

Dua gadis yang bernama Jeklin dan Mega itu menceritakan kejadian apes yang dialaminya ketika usai pulang kerja saat diantar rekan sekerja mereka seorang pria dengan menggunakan kendaraan roda dua. Waktu itu jalanan di bilangan Malalayang begitu sepinya. Motorpun dipacu oleh rekan pria dengan berlahan menembus udara pada dini hari itu di Kota Manado.

Tak beberapa lama kemudian, dua kendaraan roda dua lainnya tampak dari kejauhan mengikuti laju sepeda motor yang ditumpangi kedua gadis tersebut.

Betapa kagetnya mereka, saat tiba di depan kost, secara cepat pula dua sepeda motor dibelakang mereka yang sebelumnya tak dicurigai bakal berbuat kejahatan itu langsung menghampiri. Dua pemuda lainnya dengan memakai helm menutupi wajah mereka, turun dan mencabut pisau sambil mengancam kedua gadis tersebut. Mulanya teman pria dua gadis itu berusaha menolong, tapi apa daya sebelum turun dari sepeda motornya, seorang laki-laki lainnya sudah menghadang dengan sebilah pisau tepat arah bagian dada.

“Kami juga mereka todongkan pisau. Mereka minta tas kami, dan teman pria yang membonceng kami sudah ditodong dengan pisau yang cukup panjang. Kami juga demikian dan mengancam akan menikam kami jika tak memberikan tas. Malah kunci motor teman pria kami sudah mereka ambil. Kejadiannya cukup cepat, mereka dapatkan tas kami mereka langsung pergi,”ungkap Mega sembari ditambahkan Jesika bahwa mereka pada saat itu sempat berteriak, tapi para pelaku sudah terlebih dahulu pergi.

Akibat kejadian tersebut, uang Rp.2,5 juta plus dua handphone berhasil dibawa para penodong bersama kunci sepeda motor rekan pria mereka.

“Kami mau lapor polisi, tetapi percuma saja. Selain tidak mengetahui nomor polisi kendaraan mereka, juga tidak mengenal para pelaku. Dan kejadian ini memang sering terjadi di kawasan Malalayang, tapi kami bersyukur tak terjadi hal yang lebih gawat semisal ditikam para pelaku, walau uang dan HP kami raib,”ucap Jeklin yang terlihat masih trauma dengan kejadian itu. (Jenglen)

Tinggalkan Balasan