Manado – Cantik, itulah kata yang pertama kali diucapkan Bobby Erungan, pelaku pembunuhan Olivia Lhyvie Tinungki ketika pertama kali melihat pose foto korban di akun facebook. Niat ingin memiliki korban langsung terpikir dibenah pelaku, meski pelaku sudah memiliki istri serta dua orang anak.
“Awalnya saya minta kenalan. Lama kelamaan, saya minta nomor handpone korban. Mendapat nomor telepon korban, saya hubungi. Dan itu berlanjut hampir setahun lamanya,” kata pelaku Bobby kepada Cybersulutnews.co.id, Kamis (22/10/2015), ketika digelandang ke Mapolda Sulut.
Karena niat Bobby awalnya ingin menikahi korban, ia pun kemudian mengajak korban untuk bertemu. Setelah beberapa kali bertemu, hubungan keduanya semakin dekat.
“Setelah itu saya mengajaknya untuk pacaran. Sebelumnya saya tidak tau kalau dia (korban, red) telah menikah. Saya tau hal itu, setelah hubungan kami berjalan satu bulan. Karena memang korban tidak pernah cerita soal masalah pribadinya kepada saya. Jadi saya tau korban telah menikah setelah kami pacaran,” tutur pelaku.
Tapi kata Bobby, meski ia mengetahui jika sebelumnya korban telah menjalin kasih dengan laki-laki lain. Namun perasaan cintanya kepada sang korban begitu besar.
“Saya lebih memilih keadaan itu. Karena dari pengakuan korban, ia sudah bercerai dengan laki-laki itu. Kami sempat tinggal di kos-kosan selama satu tahun lebih,” lanjut pelaku nekat itu, sembari menambahkan jika mantan suami korban sering mengubunginya.
“Saya melarang. Tapi dia (korban, red) masih saja berhubungan denga lak-laki itu. Kalau saya bersama istri sudah lama pisah, jadi tidak masalah buat saya untuk menjalin hubungan dengan perempuan lain,” sambungnya menjawab pertanyaan yang dilontarkan Cyberulutnews.co.id.
BOBBY : WAKTU SAYA CEKIK, PELAKU MERONTAH DAN BILANG DIA AKAN IKUT SAYA
SETELAH menerima telepon dari mantan suami, kedua pasangan itu pun cekcok. Marah dan kesal, mendengar korban saling sapa mesra saat menerima telepone dari sang mantan. Niat ingin menghabisi nyawa korban pun langsung terpikir oleh pelaku.
“Saya sudah korbankan semua. Sampai-sampai anak saya tidak lagi saya perhatikan. Tapi korban seakan tak mengerti dengan semua yang saya lakukan. Saya marah dan mencekik leher korban,” tutur pelaku dengan kepala tertunduk.
Ketika mencekik leher korban dengan kedua tangan tambah pelaku Bobby, korban sempat mengucapkan kata, bahwa ia akan ikut bersama pelaku. “Dia katakan ingin ikut saya. Tapi sudah terlambar, saya sudah terlanjur sakit hati. Korban tidak pernah mendengar nasehat saya,” terang pelaku.
Pelaku pun makin keras mencekik leher korban. Selanjutnya meninggalkan korban dengan kondisi setengah telanjang tak bernyawa di perkebunan Pangi. Meski kondisi korban setengah telanjang, pelaku mengelak jika ia telah menyetubuhi korban.
“Tidak sempat,” jawab pelaku.
Selama tiga minggu melarikan diri, pelaku pembunuh itu akhirnya diringkus Tim Manguni Polda Sulut, Kamis (22/10/2015), sekitar pukul 03.00 Wita, di Desa Kolongan, Kecamatan Maumbi, Minahasa Utara. (jenglen manolong)



















