Minahasa – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Minahasa, melalui Bagian Infrastruktur Sekretariat Daerah Kabupaten Minahasa, menggelar kegiatan sosialisasi Pembangunan Infrastruktur Pedesaan Tahun 2018, bertempat di Balai Pertemuan Umum Tondano, Kelurahan Ranowangko Kecamatan Tondano Timur, Rabu (28/03) pagi.
Kegiatan yang dibuka mewakili Penjabat Bupati Minahasa Drs Royke Herkules Mewoh DEA, yakni Kepala Bagian Infrastruktur Ricky HR Laloan SH ini, menghadirkan narasumber Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Minahasa Nofry Lontaan ST dan Kabid Cipta PUPR Minahasa Teddy Lumintang ST, serta dihadiri Sekretaris Kecamatan dan Hukum Tua se Kabupaten Minahasa dan peserta kegiatan lainnya.
Pj Bupati Mewoh, dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kepala Bagian Infrastruktu Ricky Laloan menyampaikan bahwa, program Pembangunan Infrastruktur Pedesaan merupakan program bantuan pembangunan infrastruktur pedesaan yang diarahkan untuk mendorong peningkatan perekonomian pedesaan.
“Dalam rangka melakukan percepatan pembangunan pedesaan, telah dan akan terus dilakukan berbagai program dan kegiatan yang terkait dengan peningkatan kesejahteraan, pengurangan kemiskinan, peningkatan kualitas sumber daya manusia dan perlibatan masyarakat dalam proses pembangunan perdesaan,” kata Laloan.
Lanjut dikatakannya, secara umum, untuk meningkatkan pemberdayaan masyarakat, ada beberapa langkah yang bisa di tempuh yakni, mendukung efektivitas pengentasan kemiskinan di perdesaan melalui program yang dikeluarkan pemerintah, mewujudkan penyelenggaraan pemerintah Desa yang demokratis dan partisipatif, memantapkan peran lembaga kemasyarakatan, serta pengembangan partisipatif dan keswadayaan masyarakat.
“Pembangunan Infrastruktur Pedesaan ini juga untuk mewujudkan kesejahteraan keluarga dan sosial budaya masyarakat yang dinamis, mewujudkan produktivitas dan usaha ekonomi produktif masyarakat yang maju, mandiri dan berorientasi pasar yang didukung lembaga keuangan mikro perdesaan, meningkatkan pemanfaatan sumber daya alam dan teknologi tepat guna berwawasan lingkungan,” tukasnya.(fernando lumanauw)




















