Minahasa – Puncak perayaan Hari Jadi Minahasa ke-587, yang ditandai dengan Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Minahasa, berlangsung khidmat dan meriah bertempat di gedung Wale Ne Tou Tondano, Kamis (05/11).
Sidang Paripurna yang dipimpin Ketua DPRD James Stemmy Rawung SH didampingi para Wakil Ketua dan diikuti oleh segenap Anggota DPRD Minahasa ini, dihadiri pula oleh Pj Gubernur Sulut Dr Soni Sumarsono MDM dan ibu Tri Rahayu.
Setelah pengantar kata pembukaan oleh Ketua DPRD James Rawung SH dan diselingi dengan persembahan lagu-lagu daerah oleh Minahasa Regency Choir, Musik Bambu dan Paduan Suara Siswa SMA dan SMK se-Tondano raya, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi dipersilahkan oleh Ketua DPRD untuk membawakan sambutan.
Selesai menyampaikan sambutannya, Bupati JWS langsung menuju ke panggung kanan, dimana seperangkat musik kolintang telah tersedia untuk dimainkan oleh orang nomor 1 di Minahasa ini.
Dengan mempersembahkan lagu “Mars Minahasa”, Bupati terbaik pilihan rakyat Minahasa ini langsung mengubah suasana menjadi semarak dengan tepuk tangan semua hadirin yang memadati gedung Wale Ne Tou Sasaran, Tondano itu.
Dalam sambutannya, Bupati JWS mengucapkan terima kasih atas kehadiran Pj Gubernur Sulut beserta ibu Tri Rahayu Sumarsono dan undangan lainnya dalam acara itu.
“Terima-kasih kepada seluruh pihak, yang tidak henti-hentinya memberikan dukungkan kepada dirinya dan Wakil Bupati Ivan Sarundajang, dalam mewujudkan pembangunan di tanah Minahasa tercinta ini, termasuk dalam perolehan prestasi-prestasi yang membanggakan yang diraih, seperti Juara Umum Pameran Pembangunan HUT Provinsi Sulut untuk dua tahun berturut-turut, perolehan Opini Wajar Tanpa Pengecualian pada tahun 2015 ini serta penghargaan atas survei KPK dan SIPS sebagai Daerah yang mencapai 0 persen melakukan Gratifikasi,” ungkap JWS.
Dikatakannya, saat ini pihaknya terus memfokuskan pembanguanan berdasarkan program prioritas. Seperti Infrastruktur daerah, pendidikan, kesehatan, pertanian dan lingkungan hidup, pariwisata dan tata kelola pemerintahan yang baik.
“Berdasarkan program prooritas ini maka kegiatan pembangunan yang sedang giat-giatnya antara lain perbaikan jalan dengan memperlebar akses-akses jalan di Minahasa baik dalam maupun keluar menuju ibukota provinsi Sulut,” ungkap Bupati.
Selanjutnya, dalam bidang kesehatan rehabilitasi RSUD Tondano serta pembangunan Puskesmas dan pengadaan kendaraan mobil ambulans.
“Berharap di akhir masa jabatan kami pada tahun 2018, setiap Kecamatan di Minahasa telah memiliki Puskemas representatif,” ungkapnya.
Dalam bidang pendidikan, Pemkab Minahasa terus melakukan pembenahanan dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat dengan meningkatkan pelayanan sarana dan prasarana pendidikan, termasuk peningkatan kompetensi guru. Untuk bidang Pariwisata, disadari bahwa Minahasa memiliki potensi dan nilai jual yang cukup tinggi, urai Bupati.
“Karena itu saat ini sementara berlangsung pengembangan infrastruktur seperti penataan kawasan kuliner seputaran Benteng Moraya serta revitalisasi Danau Tondano sebagai destinasi pariwisata,” tandasnya.
Sementara Pj Gubernur Dr Soni Sumarsono dalam sambutannya, selain mengucapkan selamat, juga memberikan kado untuk Minahasa di Hari Jadinya ini.
Hadiah itu berupa renovasi wisata religi Bukit Kasih Kanonang dan pembangunan Sirkuit Pacuan Kuda Tompaso beserta fasilitas pendukungnya, menjadi berskala international.
“Saya kenal Bukit Kasih dari orang-orang di Jakarta. Karena kalau ke Manado, mereka datang ke Bukit Kasih. Wisatawan asing pun kenal Bukit Kasih, jadi saya terdorong untuk datang ke sana, walaupun tidak beritahu Bupati waktu itu. Setelah melihat langsung, ternyata wisata religi ini belum tertata dengan baik. Setelah pulang, ada inspirasi untuk menata kembali Bukit Kasih, kemudian saya ke Jakarta, menghadap Ibu Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup untuk minta izin. Karena kawasan itu hutan lindung dan belum ada izinnya. Dan di Hari Jadi Minahasa ini, permohonan itu dijawab dengan SK Menteri Kehutanan dan Lingkungan Hidup,” papar Gubernur.
Adapun isi SK itu, antara lain memberikan mandat penuh kepada Pemerintah Provinsi Sulut untuk mengelola kawasan Bukit Kasih dengan sebaik-baiknya. Juga disebutkan tentang penambahan luas lahan di sekitar Bukit Kasih sebesar 12 hektar. Tujuannya agar kawasan ini menjadi lebih nyaman setelah direnovasi, urainya.
“Rencananya akan segera diawali dengan pembangunan gapura. Kemudian akan ditambah lagi satu rumah ibadah yakni Klenteng. Supaya lengkaplah enam rumah ibadah di sana. Kalau ini jadi, berarti di dunia ini hanya ada satu tempat wisata religi dengan enam rumah ibadah, yaitu di Minahasa. Dan apabila mendapat restu dari para tokoh masyarakat Minahasa, izinkan saya resmikan dengan nama Kawasan Wisata Religi AJ Sondakh,” ungkapnya.
Sementara untuk renovasi sirkuit pacuan kuda, dirinya terdorong mengembangkan kawasan itu agar bisa Go International.
“Saya sudah memberikan kesempatan kepada investor untuk melakukan investasi di kawasan itu. Mulai dari pembangunan sirkuit, peternakan dan pembibitan kuda serta sekolah perkudaan,” ujar Gubernur yang juga Dirjen Otda ini.
Turut hadir juga dalam acara ini, , Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung SH dan jajaran Forkopimda Sulut, Bupati Minahasa Drs Jantje Wowiling Sajow MSi dan Ketua TP PKK Dr Olga Sajow-Singkoh MHum, Wakil Bupati Ivan SJ Sarundajang dan ibu Jashinta Sarundajang-Paat, mantan Gubernur Sulut Dr SH Sarundajang dan ibu Deetje Sarundajang-Laoh Tambuwun, jajaran Forkopimda Minahasa, para pejabat Pemprov Sulut, yang mewakili Bupati dan Walikota se-Sulut, Sekdakab Jeffry Korengkeng SH MSi, jajaran pejabat Pemkab Minahasa, Ketua Panitia Frits Muntu SSos serta ribuan undangan yang hadir dalam momen penting tahunan ini.(fernando lumanauw)




















