Tomohon – Pengelolaan bank sampah di semua sekolah di Kota Tomohon menjadi salah satu andalan untuk pengelolaan sampah dalam rangka penilaian tahap kedua (P2) Piala Adipura tahun 2015.
Selain menggali potensi ekonomi dari sampah rumah tangga, usaha pengadaan bank sampah ini untuk mengurangi volume sampah yang akan masuk ke Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Tara-Tara.
“Saat ini kapasitas TPA Tara-Tara semakin penuh sehingga sangat diharapkan masyarakat Kota Tomohon bisa kreatif mengolah sampah,” kata Kepala Dinas Tata Ruang Pertamanan dan Sampah (Tarumansa) Kota Tomohon Dra Lillly Solang MM.
Solang melanjutkan awalnya, bank sampah dimaksimalkan di sekolah-sekolah di Kota Tomohon.
“Dengan begitu, setiap sekolah akan bisa memilah sampah kering berupa plastik, kertas dan gardus di bank sampah, setelah terkumpul, akan dijual dan ditampung di tempat yang sudah ditentukan. Kemudian, akan ada perusahaan yang akan menjemput sampah tersebut. Dengan begitu, para siswa dapat tahu bahwa sampah dapat bermanfaat bagi mereka,” tukas Solang.
Seperti diketahui, Bank sampah adalah suatu tempat yang digunakan untuk mengumpulkan sampah yang sudah dipilah-pilah.
Hasil dari pengumpulan sampah yang sudah dipilah akan disetorkan ke tempat pembuatan kerajinan dari sampah atau ke tempat pengepul sampah.
Bank sampah dikelola menggunakan sistem seperti perbankkan yang dilakukan oleh petugas sukarelawan. Penyetor adalah warga yang tinggal di sekitar lokasi bank serta mendapat buku tabungan seperti menabung di bank.
Sementara itu Asisten II Pemkot Tomohon
Ir Vonny Pontoh mengatakan usaha Distarumansa tersesbut juga didukung dengan merubah wajah sejumlah taman di Kota Tomohon.
“Mulai tahun ini sudah ada petugas kebersihan untuk pembersihan taman-taman,”
Selanjutnya untuk menunjang Kota Bersih Distarumans telah menerima 68 tempat sampah dari Bank selain 5 armada truk sampah untuk melayani 44 kelurahan. (maria)


























