Dari Seminar Hasil Riset Partisipasi Politik Pileg dan Pilpres

Minahasa – Ada yang menarik dari seminar hasil riset partisipasi pemilih yang digelar Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Minahasa, Kamis (06/08) kemarin, bertempat di aula Pusgiat Tondano.

Ternyata selain hal-hal teknis penelitian, seperti keterdaftaran dalam daftar pemilih tetap (DPT), distribusi undangan menggunakan hak pilih, jarak tempat pemungutan suara (TPS), serta sosialisasi oleh KPU, faktor visi-misi, figur bahkan hadiah dari kandidat calon juga merupakan faktor pendorong bagi pemilih untuk menggunakan hak pilih atau sebaliknya menjadi penghambat pemilih menggunakan hak pilih.

Hal tersebut, merupakan hasil survey peneliti Universitas Negeri Sam Ratulangi Manado, DR Daud Ferry Liando yang bekerjasama dengan KPU Minahasa.

Dalam pemaparannya, Liando menjelasan bahwa, penelitian ini dilaksanakan dengan melakukan interview kepada responden di 25 kecamatan di Minahasa.

Dalam penelitian tersebut beberapa jawaban yang diberikan responden atas pertanyaan faktor yang mempengaruhi pemilih menggunakan hak pilih dan menjatuhkan pilihan dalam Pileg 2014 lalu adalah, karena hadiah dari calon, hubungan darah, kesamaan agama , kesamaan etnis, simpati pada figur calon, faktor struktural , visi misi calon dan faktor lainnya. Sementara itu dalam pilpres faktor preferensinya relatif berbeda yaitu: simpati kepada figur, disusul visi misi calon, dan faktor permintaan saudara atau teman.

Sementara itu, penyebab masyarakat tidak menggunkan hak pilih diantaranya adalah, tidak percaya janji/ visi misi calon, tidak mendapat hadiah dari calon, tidak terdaftar dalam DPT, Tidak mendapat undangan dari PPS/KPPS, Akses terhadap TPS jauh, lebih memilih bekerja, tidak senang pada tim sukses.

Ketua KPU Minahasa melalui ketua divisi Pendidikan pemilih Kristoforus Ngantung SFils mengatakan, akan menggunakan hasil riset ini dalam merancang strategi peningkatan partisipasi masyarakat pada pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Utara tahun 2015 ini.

“Hasil riset ini tentunya akan suatu referensi bagi KPU Minahasa dalam menyusun strategi untuk meningkatkan animo pemilih dalam berpartisipasi menyalurkan hak suaranya pada Pilgub 2015 nanti,” ujarnya.(fernando lumanauw)

Tinggalkan Balasan