Manado – Setelah merebaknya kasus dugaan kepemilikan ijazah palsu, Bupati Minahasa Selatan (Minsel), Tetty Paruntu, kali ini digunjang dengan kasus keterangan palsu yang dilayangkan Lembaga Cegah Kejahatan Indonesia (LCKI) Sulawesi Utara (Sulut) ke kantor Mapolda Sulut.
Sebagaimana informasi yang diperoleh Cybersulutnews.co.id, di Mapolda, laporan kasus keterangan palsu dengan nomor laporan polisi STTLP/1103.a/XII/2014/SPKT, resmi dilaporkan Ketua LCKI, Vicktor Lolowang di Mapolda pada 6 Desember lalu.
Menutut Lolowang, perbuatan yang dilakukan Tetty yang saat ini masih menjabat sebagai Bupati Minsel, dianggap merugikan negara. Pasalnya, untuk mendaftarkan diri sebagai calon Bupati, Tetty telah memberikan keterangan palsu agar bisa diloloskan menjadi calon Bupati.
“Untuk itu saya melaporkan kasus ini ke Polda dan meminta Kapolda Sulut, Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga untuk memproses laporan yang sudah saya layangkan,” kata Lolowang akhir pekan lalu kepada Cybersulutnews.co.id, di Mapolda.
Yang mana, beber Lolowang, kasus keterangan palsu itu dilakukan Tetty pada September 2010 lalu yakni, sebagai salah satu syarat pencalonan Bupati Minsel periode 2010-2015.
Saat itu Tetty telah melakukan pemalsuan surat, berupa surat keterangan dengan nomor : 6425/C.C1/MN/2018 dari departemen pendidikan nasional direktorat jendral manajemen pendidikan dasar dan menengah, tentang surat keterangan telah menyelesaikan pendidikan Grade 9 di The Harry Carlton Conprehensive School Inggris tahun 1984, lulusan tersebut setara dengan sekolah menengah pertama (SMP) di Indonesia.
“Saya sudah bertemu dengan Kapolda, kata Kapolda kasus itu masih sementara penyelidikan,” beber Lolowang.
Ketika dikonfirmasi, Kapolda Sulut, Brigjen Pol Jimmy Palmer Sinaga melalui juru bicaranya, AKBP Wilson Damanik membenarkan adanya laporan tersebut. Dikatakan Damanik, laporan yang dilayangkan Ketua LCKI Sulut masih terus berproses dalam penyelidikan.
Bupati Minsel, Tetty Paruntu sampai berita ini diturunkan belum dapat dikonfirmasi cybersulutnews.co.id. (jenglen manolong)




















