Mitra – Pemerintah Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) menerima rombongan Praja Institute Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Kampus Sulawesi Utara (Sulut), untuk melakukan prakatek lapangan di Kabupaten Mitra.
Bupati Minahasa Tenggara (Mitra) James Sumendap SH, saat menerima rombongan IPDN ini, Selasa (26/03) pagi mengatakan, Pemkab Mitra bersama rakyat Mitra menyambut baik pelaksanaan praktek lapangan tersebut.
“Saya berharap Pemkab Mitra dan Praja IPDN ini saling bertukar ilmu. Secara khusus kepada adik-adik Praja dapat mengimplementasikan ilmunya ke dalam praktek,” kata Sumendap saat upacara penyambutan para Praja IPDN di Lapangan Ompi, Ratahan.
Lanjut dikatakan Bupati, pihaknya mempunyai sejumlah program pembangunan dan penyelenggaraan pemerintahan yang bisa menjadi bahan pembelajaran bagi Praja selama praktek di Kabupaten Mitra. “Selamat melaksanakan praktek lapangan di Kabupaten Mitra. Jadilah teladan bagi masyarakat dan lakukanlah yang terbaik,” pungkasnya.
Sementara, Direktur IPDN Kampus Sulut Noudy Tendean mengatakan, pihaknya memilih Kabupaten Mitra sebagai tujuan praktek lapangan dikarenakan Mitra dinilai memiliki prestasi yang cukup banyak di bidang administrasi pemerintahan dan pembangunan.
“Prestasi dan keberhasilan pembangunan Kabupaten Mitra sangat luar biasa. Ini semua karena Bupati James Sumendap. Dasar itulah kami memilih Mitra sebagai tempat praktek lapangan tahun ini, sebab semua juga sudah sesuai survey dan kajian yang kami lakukan,” ujarnya.
Lanjut dikatakannya, sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan dimaksud pihaknya yakni, keberhasilan Kabupaten Mitra mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Badan Pemeriksa Keuangan Repoblik Indonesia tiga kali berturut-turut, serta menjadi daerah penggagas pertama di Indonesia dan berhasil menerapkan program Satu Miliar Satu Desa (Samisade) yang merupakan cikal bakal lahirnya program Pemerintah Pusat yakni Dana Desa.
“Ada juga program lingkungan hidup yakni pelarangan sampah plastik, serta program lainnya yang kami anggap inovatif dalam penyelenggaraan pemerintahan,” ujarnya.
Ia pun berharap para praja mendapatkan ilmu serta pengalaman, selama 21 hari praktek di Kecamatan dan instansi Perangkat Daerah. “Sekaligus juga menerapkan teori yang diperoleh dalam pendidikan ke dunia kerja sesuai dengan bidang tugasnya,” pungkasnya.(fernando lumanauw)






















