Manado – Direktorat Lalulintas (Dit Lantas) Polda Sulut yang dinahkodai Kombes Pol Stephen Napiun sepertinya kesulitan menindak pengguna lampu rotator serta sirene pada mobil pribadi yang seharusnya tidak menggunaan alat tersebut.
Dari pantauan Cybersulutnews.co.id, Jumat (5/12) hingga Sabtu (16/12), banyak mobil pribadi yang menggunakan lampu rotator serta sirene. Lebih anehnya lagi mobil yang menggunakan lampu rotator dan sirene dikawal anggota polisi yang menggunakan motor patwal saat melakukan konfoi santa claus di Kota Manado.
Bukan hanya satu mobil pribadi yang ditemukan Cybersulutnews.co.id menggunakan rotator, namun ada puluhan.
Hal yang ditemukan Cybersulutnews.co.id di jalur jalan Manado bertentangan dengan pernyataan Direktur Lalulintas Polda Sulut (Dir Lantas), Kombes Pol Stephen Napiun beberapa pekan terakhir ketika akan menggelar operasi Zebra. Dikatakan Napiun, pihaknya akan menjaring setiap kendaraan pribadi alias mobil plat hitam yang menggunakan lampu rotator serta sirene.
Sayangnya penegasan dari Dir Lantas tak dilaksanakan anggotanya. Bukti di lapangan masih banyak kendaraan pribadi berplat hitam yang menggunakan rotator serta sirene.
Robby Liando masyarakat Kota Manado menyayangkan hat tersebut. Dikatakan Liando, komitmen Dir Lantas untuk menindak kendaraan yang menggunakan rotator serta sirene tidak dilaksanakan anggotanya. Malah tambah Liando, mobil yang seharusnya ditindak kini malah dikiawal anggota polisi.
“Ini banyak pelanggaran, mobil plat hitam pake rotator dan sirine. Apalagi sekarang operasi Zebra. Waktu lalu kan Dir sudah mengatakan akan menertibkan mobil plat hitam yang menggunakan rotator dan sirene, tapi ini malah dibiarkan,” jelas Liando.
Senada juga dikatakan Serly Kuhu warga Kota Manado menurutnya, meski mengikuti pawai santa claus namun mobil pribadi tidak boleh menggunakan rotator dan sirene.
“Dir Lantas sudah mewarning mobil berplat hitam menggunakan rotator dan sirene, tapi nyatanya dilapangan polisi hanya membiarkan mobil pribadi menggunakan rotator dan sirene, anehnya mobil yang menggunakan alat yang dilarang tersebut malah mendapat kawalan dari anggota polisi. Ini kan tidak benar,” kata Serly.
“Katanya akan ditindak, tapi nyatanya dibiarkan. Apa kalau acara santa claus mobil pribadi bisa menggunakan rotator dan sirene,” sambungnya. (Jenglen manolong)

























