Minahasa – Setelah semalaman berupaya mengevakuasi tubuh Marthen Suatan (38), warga Desa Pineleng Satu Jaga V Kecamatan Pineleng, korban longsor dalam sumur sedalam 13 meter saat melakukan penggalian untuk memperdalam sumur tak menemui titik terang, Tim SAR Manado akhirnya menggunakan bantuan alat berat, Selasa (12/01) pagi tadi.
Korban yang tertimbun longsoran sejak Senin (11/01) sore kemarin sekitar pukul 15.30 Wita ini, mulai dari pukul 18.20 Wita malam itu, oleh Tim SAR telah mulai berupaya untuk dievakuasi, namun karena longsoran cukup besar ditambah mulut sumur terbuat dari gorong-gorong yang cukup sempit, membuat evakuasi terkendala karena mengalami kesulitan, hingga Selasa (12/01) pagi tadi.
“Sekitar pukul 12.00 siang tadi, Tim SAR akhirnya berinisiatif menggunakan alat berat untuk mengevakuasi korban karena longsoran yang tertimbun cukup banyak ditambah lagi gorong-gorong sumur ikut longsor,” ujar Ferri, bagian Humas di Kantor SAR Manado.
Sementara, hingga berita ini diturunkan, evakuasi terhadap korban masih sementara berlangsung menggunakan alat berat.
Diberitakan sebelumnya, Marthen Suatan bersama dua saudara iparnya Fredik Raya (48) dan Michael Raya (43), yang merupakan warga yang sama dengan korban melakukan penggalian sumur yang merupakan pekerjaan mereka sehari-hari, untuk memperdalam sumur milik keluarga Slamet Mashanafi (57) di Pineleng Satu Jaga VIII. Pasalnya, sumur yang sudah sedalam 13 meter tersebut kekeringan air.
Diantara ketiganya, korbanlah yang bertugas masuk kedalam sumur untuk melakukan penggalian, sedangkan kedua rekannya yang lain menunggu diatas sumur, melakukan pekerjaan yang lain yakni mengangkat ember berisi tanah menggunakan tali dan membuangnya, hingga akhirnya sumur tersebut mengalami longsor dan menyebabkan korban tertimbun.(fernando lumanauw)





















