
Minahasa – Ratusan calon mahasiswa baru (Maba) dan sejumlah senior-senior Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (F-MIPA) Universitas Negeri Manado (UNIMA), protes dan unjuk rasa di kantor pusat.
Pasalnya, para Maba ini terkesan terabaikan karena tak kebagian jatah makan siang saat saat pelaksanaan Program Bimbingan dan Pengenalan Kampus (Probinas) hari pertama, Kamis (07/08).
“Kami menunggu dari pukul 12.00 Wita dan ini sudah pukul 14.00 Wita tapi kami belum makan siang, padahal kami sudah lapar sekali, makanan belum datang-datang. Kami ikut program ini membayar, dan untuk makan pun ini kami bayar bukan gratis,” ujar salah seorang Maba, sembari menuding, pihak Panitia pelaksana lalai menjalankan tugas.
Terkait hal ini, Rektor UNIMA, Prof Dr Philoteus EA Tuerah MSi DEA, ketika dikonfirmasi mengatakan, kejadian tersebut hanya kesalahan teknis saja.
“Hal seperti ini biasa terjadi. Memang diakui ada kesalahan pendataan, awalnya di data hanya ada 800 mahasiswa, tapi ternyata ada sekitar 1100 mahasiswa sehingga perlu ada penambahan agar makan bersama-sama. kedepan tidak akan seperti ini lagi” terang Tuerah.
Sementara, Tuerah berjanji, Probinas UNIMA ini tak melakukan perploncoan, karena menurutnya, hal tersebut merupakan tindakan pelanggaran hak asasi manusia.
“Ini program pembinaan, jadi yang dilakukan adalah pembinaan yang seharusnya dan bukan pelonco,” tuturnya, sembari menambahkan bila kegiatan ini akan berlangsung hingga tiga hari kedepan dan hanya sampai pukul 15.00 wita setiap harinya.
“Sangat rawan bagi mahasiswa bila dilakukan hingga malam hari, bisa saja terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di jalan saat mereka pulang,” ujarnya, sembari berharap pula, pelaksanaan Probinas tersebut berjalan baik dan Maba akan lebih mengenal kampus, sebab banyak ilmu yang diberikan di Probinas ini.
“Diharapkan akan terjalinnya kebersamaan erat seluruh civitas akademika UNIMA,” katanya.
Probinas UNIMA tahun 2014 ini sendiri melibatkan hampir 5.000 Maba dari berbagai Fakultas.(fernando lumanauw)




















